Disdikbud Parimo Gelar Lomba Olahraga Tradisional

PARIMO, beritasulteng.com- Sebagai upaya untuk melestarikan permainan tradisional, yang mulai ditinggalkan karena perkembangan teknologi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menggelar lomba olahraga tradisional.

Pada kegiatan yang dihelat di halaman kantor Camat Parigi Barat, Kamis (25/4) tersebut, Kepala Disdikbud Parimo, Adrudin Nur, yang ditemui sejumlah Media disela-sela kegiatan mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut bekerjasama dengan masyarakat setempat.

Dia juga mengatakan, sebagai langkah awal program pelestarian permainan tradisional, pihaknya menggelar sebanyak tiga jenis lomba olahraga tradisional yakni, egrang atau tilaho, sumpit dan gasing.

“Baru tiga lomba olahraga tradisional ini yang dilaksanakan sebagai langkah awal. Kami bekerjasama dengan komunitas budaya disini, untuk memfasilitasi mereka,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini urusan kebudayaan telah menjadi prioritas disetiap daerah, sehingga pihaknya harus terus menggali berbagai jenis olahraga tradisional dimasing-masing wilayah di Parimo.

Saat ini di Kabupaten Parimo kata dia, ada beberapa wilayah yang komunitasnya terbilang menonjol, dan akan terus menerus dilakukan pembinaan. Wilayah tersebut diantaranya, eks Kecamtan Parigi, Desa Malakosa Kecamatan Balinggi, dan juga Kecamatan Kasimbar. Sementara wilayah utara, ada suku Lauje, Tajio dan Tialo.  

“Nanti jika ada event ditingkat provinsi, pemenang lomba ini akan mewakili Kabupaten Parimo,” ungkap Adrudin.

Tujuan lainnya dari kegiatan tersebut lanjut dia, sebagai upaya melestarikan bahasa Kaili, yang juga mulai tidak digunakan anak-anak zaman sekarang, sebagai bahasa hariannya. Sehingga, dengan cara ini pihaknya juga berkeinginan khususnya di Kecamatan Parigi Barat mengajarkan bahasa Kaili di sekolah.

“Banyak aspek-aspek lain, disamping kita menemukan nilai-nilai budaya hingga olahraga tradisional yang juga berkaitan dengan kebudayaan. Kemudian bahasa daerahnya sendiri, agar anak-anak tetap melestarikan itu,” tutupnya.

(Safira/beritasulteng.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *