Perayaan Hardiknas, Sejumlah Guru Diberikan Penghargaan

ilustrasi/ist

PARIMO, beritasulteng.com– Sejumlah Guru di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang dinilai telah menorehkan prestasi, mendapat penghargaan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yang digelar di Taman Raja Tombolotutu Kecamatan Tinombo, Kamis (2/5).

Bupati Parmout, H Samsurizal Tombolotutu yang menghadiri kegiatan tersebut memberikan penghargaan kepada sejumlah guru yang menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo, layak dinobatkan sebagai guru berprestasi.

Diantaranya, Pardi S Salama, guru di SD Inpres 1 Gio Kecamatan Moutong sebagai penulis buku terbaik berjudul “Surga kecil di Parmout dan Catatan Si Tangan Cacat” terbitan Pusaka Media Guru Tahun 2018.

Husna Hasan guru TK Kamase Bahari Kelurahan Bantaya yang berhasil meraih juara I dan A Olivia Rishanty sebagai guru TK Barul Ilmi Maesa Parigi meraih juara III  dalam lomba best practice inovasi pembelajaran tingkat Paud tahun 2019 yang diikuti seluruh jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA/SMK) di wilayah Palu, Kabuapten Sigi, Donggala, dan Parimo.  

Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya mengatakan, peran pendidikan sangat menentukan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena itu, peran pendidikan harus terus didorong mulai dari tingkat Paud hingga perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menuturkan, Menteri Pendidikan berpesan agar pendidikan menjadi tonggak utama dalammemajukan bangsa, sudah semestinya pendidikan tidak hanya dapat dinikmati di kota saja.

Samsurizal juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Parimo.

“Khususnya, para guru terpencil yang telah berkontribusi membangun dunia pendidikan hingga ke wilayah pelosok,” ungkapnya.

Keberadaan para guru terpencil ini kata dia, membuatnya merasa bersyukur, karena hampir diseluruh diwilayah terpencil Kabupaten Parimo sudah memiliki sekolah, meskipun masih dalam kondisi terbatas.

Tidak dapat dipungkiri lanjut dia, ditengah upaya Pemerintah Parimo memajukan kesejahteraan guru terpencil, menjadi tantangan berat yang harus dirasakan sebagian besar  guru yang mengajar diwilayah terpencil.

“Saya menyaksikan sendiri, ada sekolah yang memiliki guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya satu orang. Gaji honornya senilai Rp200 ribu, hanya cukup untuk membayar ojek dari rumah menuju sekolah tempatnya mengajar,” terangnya.

Sebelum menutup amanat tersebut, Samsurizal mengajak seluruh pihak untuk berjuang bersama memajukan pendidikan di Kabupaten Parimo.

Meski agenda pelaksanaan Upacara bendera sebelumnya dibatalkan akibat guyuran hujan, yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Parimo sejak pagi. Namun peringatan Hardiknas tersebut tetap berjalan khidmat dalam kesederhanaan. Safira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *