15 Sekolah Dasar di Parimo Diberikan Bantuan Dari Kementerian PUPR

PARIMO, beritasulteng.com Sebanyak 15 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Parimo, tahun 2019 ini mendapatkan bantuan bangun baru dan rehabilitasi bangunan dari Kementerian PUPR.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Ince Pina, yang ditemui diruang kerjanya, Selasa (14/5).

Dia mengatakan, berkaitan dengan bantuan tersebut pihaknya telah diundang untuk melakukan koordinasi di Kementerian PUPR pada bulan November kemarin. Saat itu, pihaknya mendapat diberikan data sebanyak 189 sekolah mulai dari TK hingga SMA.

Menurut dia, pihak Kementerian PUPR meminta pihaknya untuk melakukan verifikasi kembali data tersebut, agar dipilah sekolah mana saja yang telah mendapatkan DAK dari Kementrian Pendidikan.

“Data itu mereka dapat dari Kementerian Pendidikan, dari usulan kami juga untuk bantuan DAK. Makanya kami diminta untuk memilah data itu, supaya tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Setelah dipilah kata dia, pihak Kementerian PUPR langsung melakukan verifikasi sendiri dan menetapkan 15 SD sebagai sasaran penerima bantuan. Sekolah tersebut diantaranya terletak di Kecamatan Ongka, Sausu, dan Kasimbar.

Nantinya lanjut dia, sekolah itu akan mendapatkan bantuan bangunan baru dan rehabilitasi bangunan berdasarkan hasil verifikasi pihak Kementerian, dengan alokasi anggaran bervasiasi mulai dari 200ribu.

“Jadi mulai dari lelang hingga pelaksanaan semua yang lakukan pihak Kementerian PUPR. Kami berdasarkan petunjuk dari mereka hanya sebatas memfasilitasi saja,” kata dia.

Selain itu kata dia, pihaknya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut hanya diminta menyiapkan ruangan darurat belajar saat pembangunan mulai dilaksanakan, dan persoalan asset.

Sementara itu, Kadis Dikbud Parimo, Adrudin Nur, mengatakan verifikasi kembali yang dilakukan Kementerian PUPR Sebenarnya bukan maksud tidak meyakini data yang diserahkan pihaknya, tetapi agar data tersebut lebih independen.

Sehingga, pihak Kementerian PUPR dapat menyandingkan data tersebut dengan hasil survei yang dilakukan oleh tim verifikasi yang mereka bentuk sendiri.

“Untungnya ketika di provinsi kemarin, kami sudah lebih dulu memiliki data sekolah yang terdampak gempa, makanya tinggal disandingkan dengan hasil survei mereka,” tuturnya. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *