Dua Gugus di Parimo Gelar dan Penamatan PAUD

foto/SAFIRA

PARIMO, beritasulteng.com- Gugus Songulara Simpotove, dan Songulara Simpotora Kecamatan Parigi menggelar pentas seni dan penamatan PAUD. Kegiatan tesrsebut, berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masigi, Kecamatan Parigi, Senin (17/6).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parimo, Adrudin Nur, dalam sambutanya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, sebab dinilai kegiatan begitu meriah.

“Ini kegiatan seperti kegitan di tingkat Provinsi, sangat luar biasa ini. Terima kasih kepada semua pengelola dan guru-guru PAUD didua gugus ini,”ungkapnya.

Kegiatan pentas seni dan penamatan ini, melibatkan sebanyak 16 Sekolah PAUD di Kecamatan Parigi, dari anak didik gugus Songulara Simpotove, dan gugus Songulara Simpotora tahun ajaran 2018/2019.

“Saya mohon untuk tahun depan tidak ada anak-anak yang tidak terlibat dalam pentas ini, jadi semua anak-anak tamat itu semua kita libatkan, dan saya harap orang tua juga harus terlibat untuk mendampingi anaknya,”harapnya.

Tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut dengan melibatkan seluruh siswa dan orang tua untuk mendampingi, agar tidak ada bidang seni yang tidak ditampilkan. Kemudian orang tua  juga tidak ada yang merasa, bahwa anaknya tidak terlibat dalam hal ini. Karena, hal itu merupakan suatu kebanggaan bagi orang tua itu sendiri.

“Olehnya itu saya sangat mengucapkan terima kasih bahwa kegiatan ini sungguh luar biasa. Meskipun kami hanya di undang menghadiri undangan dan di luar dugaan, bahwa acara ini benar-benar spektakuler,”katanya.

Dengan demikian, di harapkan dikegiatan-kegiatan berikutnya dilaksanakan lebih meriah lagi dari sebelumnya. Ada beberapa pesan dari Bunda PAUD Kabupaten Parmout di antaranya yakni, diharapkan pentas ini tidak membebani orang tua.

“Tapi saya lihat ini merupakan inisiatif dan kerjasama yang luar biasa karena, semua orang tua ingin anaknya bisa tampil hebat di pentas ini,”tuturnya.

Dijelaskannya, ada hal yang perlu ditanamkan pada kegiatan tersebut, pertama diharapkan keterlibatan orang tua khususnya ibu-ibu, jangan  hanya mendampingi pada saat anaknya duduk dibangku TK maupun PAUD.

“Tetapi saya harapkan, keterlibatan orang tua itu hingga berlanjut sampai dia ditingkat SD, dan bahkan ia masuk SMP, dan SMA. Karena saat ini kita sangat takut dengan keterlibatan anak pada narkoba,” tuturnya. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *