Kades Jononunu Tak Indahkan Panggilan Jaksa

PARIMO, beritasultang.com- Kepala desa (Kades) Desa Jononunu, dianggap tidak mengindahkan panggilan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi, berkaitan permintaan keterangan dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2018-2019 di Desa tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala seksi (Kasi) Intel Kejari Parigi, Muhammad Rifaizal, saat ditemui beritasulteng.com diruang kerjanya, Senin (17/6) siang tadi.

“Kami telah mengundang Kepala Desa Jononunu untuk dimintai keterangan, namun yang bersangkutan tidak hadir, dan tanpa keterangan,” ujarnya.

Pemanggilan Kepala Desa (Kades) Jononunu yang diketahui bernama Saharudin B Lawasa, terkait dugaan penyalahgunaan DD tahun anggaran 2018-2019, yang diadukan masyarakat desa tersebut.

Dari hasil evaluasi berkas laporan pertanggungjawaban, dan kroscek lapangan kata dia, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan yang megarah pada indikasi fiktifnya sejumlah item kegiatan yang bersumber dari DD.

“Beberapa temuan kami dapatkan dilapangan diantaranya, pembukaan jalan wisata, dan pembukaan jalan kantong produksi,” jelas Rifaizal.

Selain itu, pihaknya juga kata dia, menemukan item kegiatan pengadaan alat dan pelatihan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 120 juta, dan kuat dugaan hal tersebut tidak dilaksanakan.

Ditambahkannya, sejauh ini pihaknya telah melakukan  mengumpulkan data, dan bahan keterangan kepada sejumlah pihak yang dianggap mengetahui hal tersebut.

“Beberapa orang sudah hadir untuk dimintai keterangan yaitu, BPD, pihak kecamatan selaku tim verifikasi, pendamping desa, bendahara desa, serta kepala dusun di Desa Jononunu,” terangnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan panggilan kepada pelaksana pekerjaan untuk dimintai keterangan, namun yang bersangkutan sedang keluar kota, dan meminta untuk dijadwalkan kembali.

“Bukannya yang bersangkutan tidak kooperatif, tapi memang sedang berhalangan,” jelasnya.

Dia menuturkan, seluruh rangkaian yang dilakukan hingga saat ini, masih dalam rana penyelidikan untuk menentukan siapa yang paling bertanggungjawab terhadap dugaan tersebut. RIFAL/ELL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *