Oknum Pejabat Ispektorat Parimo “Lecehkan” Profesi Wartawan

Indarti, Kasubag Evaluasi dan Program Inspektorat Parimo. (foto/beritasulteng.com)

PARIMO, beritasulteng.com – Dihadapan sejum Anggota Legislatif (Anleg) Parimo, saat rapat pembahasan temuan LHP BPK oleh Panitia Khusus (Pansus), yang juga dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah seorang pejabat Inspektorat Parimo, melontarkan bahasa yang terkesan melecehkan profesi wartawan.

Ucapan pelecehan terhadap Profesi Wartawan yang dilontarkan salah seorang pejabat Inspektorat tersebut, membuat situasi ruang rapat DPRD Parimo menjadi ricuh.

Diketahui oknum inspektorat Parimo tersebut bernama Indarti, dimana yang bersangkutan menjabat sebagai Kasubag Evaluasi dan Program Inpektorat Parimo.

Sebelumnya, salah seorang anggota Pansus, Adyana Wirawan, menyampaikan pendapat bahwa sebaiknnya inspektorat membuka ruang pelaporan dari masyarakat secara elektronik terkait penggunaan dana desa.

Karena menurut adnyana, hal tersebut mengingat akan kecanggihan jejak digital saat ini.

“Jadi masyarakat sudah tidak repot-repot lagi mau melaporkan penyimpangan anggaran desa ke pihak hukum, karena sudah ada ruang berbasis elektronik yang bisa digunakan oleh masyarakat, intinya lebih mempermudah pengawasan,” ujar Adnyana Wirawan.

Menanggapi pernyataan Adnyana Wirawan, Indarti mengatakatan jika pihaknya membuka ruang pengaduan lewat media sosial seperti WhatsApp (WA) atau Facebook (FB), terkadang ada kesalahpahaman dari wartawan.

“Nanti kasian desanya itu pak, itu masalahnya. Karena kadang wartawan asal-asal, bukan hanya sekedar mencari tau urusan-urusan,” ungkap Indarti dengan lantang. RIFAL/ELL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *