Soal Pelecehan Profesi Wartawan, Ketua Press Room “Naik Pitam”

PARIMO, beritasulteng- Ucapan seorang pejabat Inspektorat Kabupaten Parimo yang menjadi persoalan karena dianggap melecehkan Profesi Wartawan belum lama ini, mendapat respon dari ketua Press Room Pemda Parimo, Novita Cahyadi, Rabu (19/6).

Novita mengatakan, ucapan yang dilontarkan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Evaluasi dan Program Inspektorat Kabupaten Parimo bernama Indarti, itu sangat tidak etis. Apalagi kata dia, orang yang mengucapkan bahasa pelecehan itu adalah seorang Pejabat.

Dirinya kata dia, sangat menyayangkan adanya ucapan yang dilontarkan oknum pejabat Inspektorat Parimo itu. Apa lagi hal itu diungkapkannya dalam rapat resmi yang digelar di kantor DPRD Parimo, dan dihadiri oleh anggota dewan serta sejumlah pejabat lainnya.

“Aneh, yang dibahas apa, kok malah profesi wartawan yang dia sebut. Bukannya pembahasan yang dilaksanakan di kantor DPRD itu tidak berkaitan pemberitaan salah satu media? lantas maksudnya mengatakan Wartawan asal-asal itu apa coba?,” ungkapnya dengan nada kesal.

Dia menambahkan, Begitu juga dengan informasi yang diberikan teman wartawan kepada dirinya, bahwa saat yang bersangkutan dikonfirmasi terkait ucapannya tersebut, Indarti mengatakan pernah ada wartawan yang asal muat berita. tapi setelah dimintakan nama wartawan dan medianya, Indarti tidak dapat menyebutkan siapa oknum wartawan itu, dan dari media mana.

Kalaupun itu memang benar terjadi kata dia, maka seharusnya Indarti cukup menyebutkan oknum saja, dan jangan hanya menyebut wartawan. Karena kalau seperti itu, maka berarti orang-orang yang berprofesi sebagai wartawan yang dimaksud oleh dia.

Selaku ketua Press Room, dirinya meminta kepada pelaku yang dianggap sudah meremehkan, dan melecehkan profesi wartawan itu untuk sesegera mungkin melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada wartawan.

Jika Indarti enggan untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada wartawan, maka selaku ketua Press Room, dia akan melayangkan somasi kepada yang bersangkutan.

“Itu harus dilakukannya. Jika tidak, maka Press Room bakal melayangkan somasi terhadap dirinya, dan saya harap permintaan maaf itu segera dilakukan Indarti, selaku orang yang melontarkan bahasa pelecehan terhadap profesi wartawan itu,” tegas Novita.

Seperti yang diterbitkan Media ini sebelumnya, Kasubag Evaluasi dan Program Inspektorat Parimo bernana Indarti, dalam memberikan jawaban kepada salah seorang anggota Pansus yang memberikan ide kepada pihak Inspektorat untuk membuka laporan pengaduan berbasis online, Indarti mengatakan, jika pihaknya membuka ruang pengaduan lewat media sosial seperti WhatsApp (WA) atau Facebook (FB), terkadang ada kesalahpahaman dari wartawan.

“Nanti kasian desanya itu pak, itu masalahnya. Karena kadang wartawan asal-asal, bukan hanya sekedar mencari tau urusan-urusan,” ungkap Indarti dengan lantang saat itu. RIFAL/ELL

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *