Dinkes Parmout Fokus Lakukan Pendampingan ODHA

PARIMO, beritasulteng.com- Tercatat kurang lebih sebanyak 90 orang dinyatakan positif menderita HIV/Aids pada tahun 2018 kemarin, yang tersebar hampir diseluruh wilayah Kabupaten Parimo. Olehnya, guna untuk menekan angka penderita, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) tersebut.

“Dari awal tahun 2019, Januari hingga Juni belum ada laporan dari tim kami terkait adanya tambahan penderita penyakit itu. Kami harapkan, tahun ini sudah tidak ada lagi,” ungkap Sekdis Kesehatan Parimo, Ellen Ludia Nelwan, yang ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.

Dia mengatakan, untuk pemeriksaan HIV/Aids bagi warga yang ingin melakukan pemeriksaan, sudah dapat dilakukan di Puskesmas karena seluruh peralatan yang butuhkan telah tersedia disana. Bahkan, di Puskesmas tersebut juga memiliki program rutin untuk mendeteksi ODHA, dengan melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil.

Hanya saja kata dia, ketika ditemukan ada kasus pihak Puskesmas harus sesegera mungkin melaporkannya ke Dinkes Parmout. Sehingga, tim yang menangani ODHA yang turun langsung untuk menindaklanjutinya.

Menurut dia, sejauh ini tingkat kesadaran masyarakat sudah semakin tinggi atas penyebaran penyakit tersebut. Sebab, para penderita dengan kesadarannya sendiri mau mengikuti pemeriksaan dan mendapatkan penanganan, jika telah terdeteksi oleh pihak Puskesmas atau tenaga medias lainnya.

“Jika berdasarkan catatan per kecamatan, yang paling banyak ODHA di wilayah Kecamatan Parigi, Torue dan Tomini,” ujarnya.

Dia menambahkan, ODHA yang telah terdeteksi oleh pihaknya saat ini telah mendapatkan penanganan, dengan pemberian obat secara rutin. Tujuannya, agar imum atau kekebalan tubuhnya tetap terjaga dengan baik, sehingga tidak mudah terserang penyakit lain.

Bahkan kata dia, pendampingan lainnya pihaknya terus mengingatkan kepada ODHA tersebut, untuk tidak lagi melakukan hubungan intim secara bebas seperti sebelumnya. Apabila telah berkeluarga, sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi, guna menekan penyebarannya.

“Alhamdulilah, dari puluhan ODHA yang ditemukan ada ibu hamil yang anaknya tidak terkena HIV/Aids. Sehingga kami terus memberikan pendampingan, agar setelah lahir tidak diberikan ASI, cukup susu formula saja,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, mereka yang telah dinyatakan positif tersebut berasal dari seluruh kalangan, yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat atau melakukan hubungan intim tidak dengan hanya pasangannya.

Sehingga, diharapkan kepada masyarakat, agar merubah pola tidak sehat tersebut. Serta memeriksakan diri anda, apabila merasa mengalami berbagai gelaja sebagai penderita HIV/Aids tersebut, guna mendapatkan penanganan dengan cepat. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *