Orang Tua Siswa Diwajibkan Antar Anak di HPMS

Nurlina, Kabid Paud dan Dikmas Disdikbud Kabutaen Parimo (foto/beritasulteng.com)

PARIMO, beritasulteng.com- Salah satu kewajiban orang tua yakni, mengantarkan anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (HPMS), guna memastikan semua anak akan terpenuhi hak pendidikannya.

Hal itu diungkapkan Nurlina, Kepala Bidang Paud dan Dikmas pada Disdikbud Parimo, yang ditemui diruang kerjanya, Senin (15/7).

Dia mengatakan, pihaknya memiliki program baru yakni program pendidikan keluarga, yang salah satu indikator dari Program tersebut yakni, HPMS. Dimana yang dilakukan di HPMS tersebut yakni, seluruh orang tua siswa wajib mengantar anaknya ke sekolah sesuai dengan umurnya atau jenjangnya.

“Kalau anaknya umur 0-6 tahun orang tuanya harus mengantarkannya ke PAUD, umur 7-12 tahun orang tuanya harus mengantarkannya ke SD, dan seterusnya begitu hingga ke jenjang berikutnya,” jelasnya.

Sehingga kata dia, dengan program seperti ini secara bersama dapat dipastikan, semua anak akan terpenuhi hak pendidikannya, dan bahkan tidak akan ada lagi anak yang putus sekolah karena bentuk dukungan tersebut.

Menurut dia, orang tua dalam pendidikan juga ikut bertanggung jawab, begitu juga dalam program pendidikan keluargan, wajib mendampingi anaknya sampai dia berhenti dalam mengikuti dunia pendidikan. Meskipun telah duduk kebangku perguruan tinggi, orang tua harus terus mendampinginya.

“Sehingga dengan adanya program ini, orang tua bisa mengetahui situasi anaknya di sekolah, baik itu di PAUD, SD, SMP, SMA. Bahkan sampai ke perguruan Tinggi. Orang tua wajib tahu situasi anaknya,’ ujarnya.

Kemudian tambahnya, jika orang tua masuk dalam satuan pendidikan atau masuk di sekolah tempat anaknya belajar, maka ada kewajiban dari satuan pendidikan. Kewajiban itu adalah, menyembut kedatangan orang tua bersama anaknya, dengan cara guru maupun kepala sekolah berdiri didepan ruangan sekolah, dan meminta orang tua mengisi biodatanya dan anaknya.

Dia mengatakan, konsep program yang pihaknya lakukan agar seluruh pihak mengganggap sekolah adalah milik publik, bukan milik guru dan anak saja.

“Untuk itu, di hari pertama sekolah pihak sekolah juga harus membuat pertemuan membicarakan anak-anak yang sekolah di sekolah itu. Oleh karena itu, harus dilakukan proses pendidikan bersama,”katanya.

Dia menambahkan, program ini telah disampaikannya ke semua sekolah yang ada di Parmout. Hanya saja, sementara ini pihaknya mengambil sampel di sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Parigi yakni SDN 3 Parigi.

Sekolah tersebut kata dia, sudah melaksanakan program tersebut, dengan indikator HPMS. Namun, sebenarnya masih ada indikator lainnya, seperti pentas akhir tahun, keterlibatan orang tua dalam seminar, karena orang tua nantinya di anjurkan mengikuti seminar di sekolah itu minimal sebanyak empat kali.

“Tetapi momennya hari ini adalah indikator HPMS, karena hari ini semua orang tua wajib mengantar anaknya untuk masuk sekolah dihari pertama,”tutupnya. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *