Pokja Pendidikan Keluarga Gelar FGD

PARIMO, beritasulteng.com- Pokja Pendidikan Keluarga yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Parmout, menggelar Focus Group Discusion (FGD). Kegiatan itu membahas tentang peran keluarga dalam merespon isu prioritas yakni menekan stunting.

FGD yang dibuka sekertaris daerah H.Ardi Kadir tersebut, dihadiri 30 peserta dari perwakilan DPRD, jajaran OPD terkait, Organisasi mitra, Media Masa, Pemerhati Anak, WVI, dan Kepolisian, di Aula Badan Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah (Bapusarda) Kamis (25/7).

Sekertaris Daerah, H. Ardi Kadir saat membuka kegiatan mengatakan, isu penanganan stunting menjadi peran semua pihak, sebab pemerintah lewat direktorat pendidikan keluarga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menghimbau agar keluarga mengambil peran melakukan yang terbaik bagi pertumbuhan anak.

“Kita sudah punya pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dicanangkan tahun 2002.
Juga Pokja Pendidikan Keluarga ini sudah tahun ketiga dibentuk, tinggal disosialisasikan. Apalagi kita mendapat penghargaan KLA dan kita yang pertama di Sulteng, jadi semua harus berperan dalam penanganan stunting,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten I Arman Maulana menambahkan, penanganan stunting tidak bisa dibahas secara parsial, tetapi harus dibahas menyeluruh.

Menurut dia, peran keluarga sangat penting, sebab stunting menjadi ancaman pertumbuhan fisik yang tidak tercapai dan perkembangan otak yang terbatas.

“Pemenuhan gizi, seperti wacana kantin sehat yang akan diselenggaran Dinas Kesehatan, saya mendukung itu. Juga tidak kalah penting, harus ditangani segera yaitu penderita grahita, anak yang lahir tidak memiliki kekuatan dan membutuhkan perhatian serius. Ini bahkan lebih parah daripada stunting,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Adrudin Nur saat melaporkan kegiatan tersebut mengatakan, yang menjadi tujuan dalam FGD yaitu diantaranya, meningkatkan kepedulian dan tanggungjawab bersama antar satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat terhadap penyelenggaran pendidikan. Juga mendorong penguatan pendidikan karakter anak. Meningkatkan kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak, membangun sinergitas antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat. Serta mewujudkan lingkungan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Kabid Paud Dikmas, Nurlina yang memimpin FGD memberikan pengantar untuk pemahaman konsep bersama, kata dia, berdasarkan program direktorat pendidikan keluarga perlu keterlibatan sekolah, keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Pokja pendidikan keluarga sudah tahun ketiga intens melakukansosialisasi kepada semua orang bahwa keluarga harus terlibat.

“Sekolah milik publik, milik masyarakat dan juga keluarga. Tahun ini pokja pendidikan keluarga difokuskan menangani stunting dan keluarga berperan penting dalam mewujudkam cita-cita bersama untuk menekan angka stunting,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Sosbud Bappelitbangda Sahid Badja menambahkan, kasus stunting menjadi isu internasional dan nasional. Pemerintah Parmout harus serius menjalankan tugasnya. Sebab, Agustus strategi program stunting akan dipaparkan di Bappenas, pemerintah provinsi akan turun menilai dan pada bulan Desember tahun ini akan diumumkan hasilnya.

“Buruk baiknya penilaian kinerja pemerintah daerah terkait stunting tergantung dukungan kita semua, jadi kita inginkan semua pihak terlibat,” tandasnya. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *