Pilkades Ampibabo Timur Disoal, Fit Dewana : Laporan Sudah Diterima, dan Dikaji

PARIMO, beritasulteng.com- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ampibabo Timur, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, hingga saat ini masih menyisakan persoalan. Pasalnya dalam pesta demokrasi tersebut diduga banyak terjadi kecurangan.

Calon Kepala Desa (Cakades) Ampibabo Timur, Iswanto, tertanggal 5 Agustus 2019 melayangkan surat keberatan yang ditujukan kepada Ketua Tim Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa Kabupaten Parigi Moutong.

“Saya menyatakan keberatan atas hasil pemungutan suara yang dilakukan oleh panitia pada tahap Pilkades Ampibabo Timur, yang dilakukan pada hari tanggal 29 Juni 2019 yang lalu.” kata Iswanto, yang merupakan salah seorang Cakades Ampibabo Timur.

Menurut Iswanto, pihaknya melayangkan surat keberatan tersebut karena ditemukannya kejanggalan dalam tahapan Pilkades, dan juga dikuatkan dengan sejumlah barang bukti yang saat ini sudah dimilikinya. Disebutkannya, bahwa kejanggalan yang membuatkan keberatan diawali pada P2KD Desa Ampibabo Timur yang tidak melakukan pendaftaran dan penetapan pemilih sebagaimana yang diamanatkan pasal 11 huruf (b) Peraturan Daerah Kabupaten Parigi Moutong Nomor 2 Tahun 2015.

“Pada waktu dilakukan perhitungan suara ada selisih antara daftar hadir yang datang menggunakan hak pilihnya. Didusun 3 sebanyak 162 sedangkan surat suara yang terpakai itu sebanyak 160 dan perolehan suara yg tetulis di C1 Plano sebanyak 159,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, dia juga mengatakan, dalam proses pelaksanaan pemungutan suara, salah seorang petugas KPPS dengan sengaja melakukan penyimpangan atau dengan sengaja menghilangkan suaranya sebagai Cakades nomor urut 4. Salah satu tim Cakades lainnya juga sambung Iswanto, diduga telah melakukan manipulasi data atau dengan sengaja menggunakan NIK dan KK orang lain untuk memenangkan Cakades Nomor urut 1 yang sekarang ditetapkan oleh P2KD sebagai pemenang Pilkades Ampibabo Timut.

Iswanto menambahkan, bawa penatepan Calon Kepala Desa yang dilakukan P2KD itu dilakukan secara diam-diam tanpa dihadiri oleh seluruh Cakades dan para saksi-saksi.

“Panitia tidak tertib administrasi, tanpa dihadiri semua Cakades dan penandatanganan hasil berita acara rekapitulasi pemungutan suara, P2KD mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan Kepala Desa, dan salinan berita acara tersebut tidak dibagikan kepada seluruh Cakdes termasuk saya sendiri. Untuk itu, sebagai calon kades, saya merasa dirugikan dan memohon agar tim fasilitasi penyelesaian sengketa pilkades Kabupaten Parigi moutong bisa menindaklanjuti hal tersebut agar saya bisa mendapatkan rasa keadilan,” ungkap Iswanto

Sementara itu, Fit Dewana, selaku Ketua Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades (TPSP) Kabupaten Parigi Moutong, mengatakan sudah menerima laporan sangketa pilkades yang terjadi disejumlah desa di Parimo, dan salah satunya yakni laporan sengketa dari desa Ampibabo Timur.

Pihak TPSP kata dia sudah melakukan semua tahapan-tahapan terkait tindak lanjut laporan sengketa Pilkades tersebut, dan hasil dari tindak lanjutnya sudah diserahkannya kepada Bupati Parimo.

“Benar ada salah satu cakades Desa Ampibabo Timur telah memasukan laporan keberatan, kami sudah menerimanya sekaligus melakukan kajian dan laporan itu kami sudah serahkan kepada bupati, dan sekarang kita tinggal menunggu keputusan dari bupati,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (8/8) kemarin. ABY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *