APBN Terlambat, Progres Pamsimas Terhambat

Kabid Cipta Karya, Dinas PUPRP Parimo, Vadlon. (foto/beritasulteng.com)

PARIMO, beritasulteng.com- Hingga memasuki bulan September 2019, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), belum menunjukan progres devisit. Pasalnya, alokasi anggaran program tersebut yang bersumber dari APBN hingga kini belum ada.

“Setiap tahun memang seperti itu kondisinya. Proses pencairan APBN untuk program itu kita dalam daftar tahap tiga, jadi kemungkinan akhir bulan ini atau Oktober nanti,”ungkap Kabid Cipta Karya, Vadlon, yang ditemui di ruangannya, Kamis (5/9).

Dia mengatakan, program Pamsimas yang anggarannya bersumber dari APBN untuk Kabupaten Parimo, lokasi sasarannya di 25 desa. 

Karena keterlambatan anggaran tersebut kata dia, pelaksanaan program Pamsimas di desa itu belum bisa dilakukan, namun berbagai proses dimasyarakat telah berlangsung dan bahkan ada yang telah diselesaikan. 

“Program ini kan juga menggunakan fasilitator sebagai pendamping masyarakat, mereka sudah melakukan proses-prosesnya disana. Tinggal menunggu dananya saja,” kata dia. 

Menurut dia, karena keterlambatan juga dipastikan penyelesaian program yang dilakukan secara swakelola tersebut akan mengalami keterlambatan pula. Namun, mendapatkan kebijakan dari pemerintah pusat, dan melihat dari pengalaman tahun sebelumnya, penyelesaian baru dapat terselesaikan pada bulan April tahun berikutnya.

“Kesalahan kan bukan dari kami, tapi dari pemerintah pusat. Jadi kebijakan tetap diberikan oleh mereka. Biasanya kami dapat menyelesaikan pekerjaan dibulan April,” ujarnya. 

Dia menambahkan, untuk program Pamsimas yang bersumber dari APBD dengan lokasi sasaran di tujuh desa, pekan kemarin telah pada proses penandatanganan MoU, dan tinggal menunggu pencairan dana. 

Dipastikan pada akhir bulan ini tambahnya, program Pamsimas di tujuh desa itu akan mulai dilaksanakan. Harapannya, pelaksanaan program tersebut dapat terlaksana dengan baik, seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 

“Kami harap meskipun APBN terlibat, program swakelola ini bisa dilaksanakan dengan baik, sesuai rencana,” tuturnya. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *