Ikuti Lomba di Jabar, KA Kwarcab Parimo Lepas Tim Gudep Unggulan

KA Kwarcab Parigi Moutong, H. Ardi Kadir S.Pd, MM. (Foto/Ist || Editor : beritasulteng.com)

PARIMO, beritasulteng.com- Sekretaris Kabupaten Parmout, melepas tim gugus depan unggulan SDN 3 Parigi, mengikuti lomba gugus unggul dan festival penggalang ceria yang dihelat di Bogor Sentul, Provinsi Jawa Barat. Pelepasan tersebut ditandai dengan penyamatan kacu yang bermotif batik Bomba, Sabtu (8/9).

“Saya berharap tim ini dapat memberikan hasil yang membanggakan, karena membawa nama provinsi Sulawesi tengah ditingkat nasional,” ungkap Ardi Kadir, yang juga Ketua Kwarcab (KA Kwarcab) Parimo.

Dia mengatakan, keikutsertaan SDN 3 Parigi merupakan prestasi yang sangat gemilang. Hal itu terlihat saat mengikuti seleksi dan mampu mengalahkan kabupaten lain serta Kota Palu, yang anggota Pramukanya jauh lebih baik.

Selain itu, tim gugus depan ini juga, membawa nama kabupaten Parmout serta sekolah-sekolah yang ada diwilayah ini. Dia berharap, dalam mengikuti kompetisi disana nanti, dapat menunjukan penampilan yang terbaik serta memberikan hasil yang memuaskan.

“Berikan penampilan yang terbaik, jangan minder dengan mereka yang hidup di kota, karena kondisi itu belum tentu menjadi juara. Meskipun hidup di desa tunjukanlah yang terbaik,” ungkapnya.

Sekab berpesan, kepada kakak pembina untuk terus memberikan motivasi, mendidik dan menjaga anak didik disana. Kemudian, Ardi pun berterimakasih telah mendidik putra putri tersebut selama beberapa bulan ini, semoga dengan kerja keras ini akan membuahkan hasil terbaik.

Sebanyak 21 orang peserta, terdiri dari masing-masing delapan putra delapan putri, dua pembina, satu kwartir, satu pembina Dinas pendidikan dan Kebudayaan provinsi serta kamabigus.

Kepala Bidang Pembinaan SD, Ince Pina kepada media ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pembinaan tata kelola gugus depan yang berpangkalan di sekolah, sebagai dasar untuk mendorong percepatan program penguatan pendidikan karakter yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kegiatan ini diprakasai direktorat pendidikan dasar yang diikuti oleh 34 Provinsi,” tutupnya. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *