Lomba Photo Story Berikan Warna Baru Bagi Photographer di Parimo

PARIMO, beritasulteng.com- Pegelaran lomba Photo Story bertemakan Nilai Budaya dan Tradisi Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO), yang baru saja usai, bertujuan untuk memberikan warna baru kepada para photographer khususnya yang ada di Parimo.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo, Adrudin Nur, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Sri Nur Rahma S.Sos Msi, yang ditemui sejumlah media usai dilakukan penjuarian terbuka sekaligus penyerahan hadiah bagi sejumlah pemenang lomba tersebut, (29/10) kemarin.

Selain itu kata dia, pada umumnya orang-orang hanya bisa melihat hasil karya photographer tanpa memahami isi daripada sebuah photo yang ditampilkan. Sehingga lanjut dia, dengan photo story tersebut masyarakat pada umumnya sudah lebih bisa memahami tentang makna dibalik photo-photo yang disajikan, karena semua photo hasil dari photo story memiliki deskripsi photo masing-masing.

“Dengan adanya photo story seperti ini, hasanah atau kekayaan budaya kita di Parigi Moutong ini lebih dikenali,” ungkapnya.

Selanjutnya kata dia, pihak Disdikbud Parimo melalui bidang kebudayaan, mewacanakan untuk membuat majalah yang isinya tidak lain ialah hasil karya photo yang ikut dalam lomba photo story tersebut.

Majalah-majalah tersebut untuk langkah awal kata dia, akan dijadikan konsumsi Disdik secara pribadi dan tidak diperjual belikan atau tidak untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu. Salah satu tujuannya ialah agar menjadi bukti dengan adanya pertanyaan tentang  apa yang sudah dilakukan bidang kebudayaan Dsdikbud Parimo.

Pihaknya kata dia, akan berkoordinasi dengan unsur pimpinan, sekiranya itu bisa menjadi bahan pembelajaran kebudayaan disekolah-sekolah, maka bidang kebudayaan akan melakukan produksi masal, dan juga akan berkoordinasi dengan teman-teman pemilik photo. Jika itu terjadi, Pembagiannyapun akan dilakukan secara Cuma-cuma” tegas Sri.

Dia juga menambahkan, di dalam majalah itu nantinya tidak hanya memuat hasil karya photographer itu saja, akan tetapi juga memuat biodata lengkap pemilik karya tersebut.

“Jadi, jika ada yang menginginkan photo tersebut untuk menguntungkan dirinya secara pribadi, kami hanya meminta untuk berkoordinasi lebih dulu kepada kami dan juga kepada teman-teman pemilik karya photo tersebut,” tutup Kabid Kebudayaan Disdikbud Parimo, Sri. FAOZAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *