Plafon RS Ambruk, Kontraktor Dinilai Tidak Profesional

Plafon RS Ambruk, Kontraktor Dinilai Tidak Profesional

PARIMO, beritasulteng.com- Persoalan plafon bangunan baru pada Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong yang ambruk, menimbulkan penilaian negatif kepada kontraktor pelaksana.

Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menilai kontraktor yang mengerjakan pembangunan salah satu gedung RS tersebut tidak profesional sehingga hasil pekerjaannyapun menjadi tidak sesuai dengan spek yang seharusnya dikerjakan.

“Masalahnya waktu pemeliharaannya kan sudah lewat, kemudian tidak ada bencana terjadi tiba-tiba jatuh. Berarti secara pengerjaannya tidak memenuhi syarat,” ungkap Sayutin yang ditemui digedung DPRD Parigi Moutong, Kamis (5/12),

Sayutin menerangkan, dalam setiap pekerjaan yang dilakukan diperlukan pengawasan ekstra, sehingga hal-hal yang seperti itu tidak terjadi.

Dalam menyikapi kejadian tersebut kata dia, Komisi empat DPRD Kabupaten Parigi Moutong, meminta kepada dirinya selaku ketua DPRD agar melakukan rapat kerja dengan pihak RS dengan tujuan  mempertegas persoalan penyelesaian masalah plafon yang ambruk tersebut.

Dia menambahkan, pihak DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan dilaksanakan bersama pihak Rumah Sakit nantinya, bakal memberikan ketegasan untuk mempertanggungjawabkan persoalan ambruknya plafon bangunan baru pada salah satu gedung RS Anuntaloko Parigi tersebut.

“Saya tidak melihat langsung, saya hanya melaihat dipostingan. Akan tetapi jika melihat kejadian itu, berarti kontraktor pelaksananya tidak profesional. Perencananya juga perlu dipertanyakan, kenapa bisa terjadi hal tersebut,” Tegasnya. OZAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *