Dua Anak Bupati Tolitoli Disidang Kasus Politik Uang
By beritasulteng On 21 Mar, 2014 At 08:42 AM | Categorized As Donggala | With 0 Comments

Sidang Kasus dugaan politik uang yang menjadikan dua anak bupati Tolitoli sebagai terdakwa mulai disidangkan, Kamis (20/3) siang. (SYAMSUDDIN)

Sidang Kasus dugaan politik uang yang menjadikan dua anak bupati Tolitoli sebagai terdakwa mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Donggala, Kamis (20/3) siang. (SYAMSUDDIN)

DONGGALA- Dua calon legislatif DPR RI dan DPD RI masing-masing Yapto Suro Saputro Bantilan dan Mohammad Besar Bantilan yang terlibat kasus politik uang mulai disidangkan Kamis (20/3) di Pengadilan Negeri Donggala. Kasus yang menyeret kedua terdakwa yang juga anak kandung Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan ini berawal dari bantuan kepada korban bencana alam di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, 11 Februari 2014 lalu.

 

Sidang perdana yang berlangsung mulai pukul  11.00 waktu setempat ini dipimpin hakim ketua Agung Sulistiyo dan dihadiri puluhan kerabat kedua terdakwa dan pengunjung sidang lainnya. Agenda sidang perdana tersebut adalah mendengarkan keterangan tiga orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ketiga saksi yang dihadirkan masing-masing Marten Tada (panwaslu kecamatan), Palutea (Panwascam) dan Martisna dari PPL.

 

Dalam keterangannya kepada majelis hakim, ketiga saksi menuturkan kalau kasus itu bermula ketika dirinya menerima laporan dari warga soal adanya dua orang calon DPR RI dan DPD RI yang membagi-bagikan uang kepada korban bencana alam di Desa Bolapapu, kecamatan Kulawi, 11 Februari 2014 silam. Kedua calon tersebut memberikan bantuan untuk empat buah gereja dan dua masjid masing-masing sebesar rp1 juta.

 

Pihak panwascam yang menerima laporan tersebut kemudian melakukan rapat koordinasi dengan tim penegakan hukum terpadu (gakumdu) yang kemudian melanjutkan penanganan kasus itu 15 Februari 2014 hingga kemudian kasus itu berlanjut ke persidangan.

 

Menanggapi keterangan para saksi tersebut, Tim Penasehat Hukum kedua terdakwa yang diwakili  Muslim Mamulai kepada wartawan mengaku tidak terima dengan langkah hukum tersebut. Pasalnya, kata dia, pihak terkait harusnya melakukan konfirmasi lebih dulu dengan kedua terdakwa perihal dugaan praktik politik uang tersebut. ‘’Tapi itu tidak pernah dilakukan. Padahal sekarang khan teknologi canggih. Ada Hp. Karenanya saya menganggap laporan ini  kadaluarsa,’’tegasnya.

 

Rencananya, sidang kasus politik uang ini kembali akan dilanjutkan hari ini (Jumat pagi,red) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dan kedua terdakwa. (bs-01)

About -

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


ChatClick here to chat!+