3 Kecamatan di Parimo Masuk Dalam KPPN

PARIMO, beritasulteng.com- Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR) menetapkan tiga kecamatan di Kabupaten Parimo, masuk dalam Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN), sesuai berita acara nomor : 28/BA-200/12/IV/2019.

“Saat ini progres KPPN ini, dalam proses penyusunan SK dan nanti berdasarkan itu akan dibentuk tim lagi, yang melibatkan OPD terkait. Sehingga, bisa bersama melakukan pengembangan desa-desa di tiga kecamtan itu,” ungkap Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas PUPRP Kabupaten Parmout, I Wayan Sukadana yang ditemui diruang kerjanya, Senin (8/7).  

Dia mengatakan, kawasan tersebut berdasarkan kesepakatan bertema kawasan pedesaan berkelanjutan berbasis agropolitan Parigi Selatan Torue dan Balinggi (PARISTOBA) mencakup tiga kecamatan yakni, Kecamatan Parigi Selatan, Torue, Balinggi dengan komuditi unggulan Padi.

Kawan tersebut kata dia, terdiri dari kawasan inti dan penyangga. Untuk kawasan inti terdiri atas tiga desa di Kecamatan Torue yakni, Desa Tolai, Tolai Barat dan Tolai Timur. Sementara kawasan penyangganya adalah, Desa Astina, Desa Purwosari, Tanalanto, Torue di Kecamatan Torue.

Kemudian, Desa Balinggi, Balinggi Jati, Beraban, Lebagu, Malakosa, Suli, Suli Indah, Tumpapa Indah, Catur Karya di Kecamatan Balinggi. Serta, Desa Tindaki, Nambaru, Sumbersari, Sumbersari, Masari, Dolago Padang dan Dolagi di Kecamatan Parigi Selatan.

“Jadi dari tiga kecamatan itu, tiga desa di Kecamatan Torue menjadi kawasan intinya. Sementara sisanya di Kecamatan Balinggi, Parigi Selatan dan beberapa desa di Kecamatan Torue sebagai kawasan penyangga,” jelasnya.

Dia menambahkan, kawasan tersebut kedepan akan dikembangkan dalam sektor pembudidayaan pertaniannya, atau istilannya dijadikan kawanan pangan berkelanjutan. Dalam pengembangan melibatkan sejumlah OPD terkait, yang akan mengajukan program mereka untuk desa-desa yang masuk dalam KPPN tersebut.

“Ditargetkan Juni dan Juli seluruh dokumen KPPN itu rampung, tinggal pengusulan kegiatan ke pihak kementerian pada bulan Agustus, terkait upaya pengembangan di desa itu. Jadi eksennya kemungkinan pada tahun 2020 nanti,” tuturnya. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *