Disdikbud Parimo Terima DAK 2019 Rp44 M

PARIMO, beritasulteng.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong (Parimo), menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), senilai Rp44 miliar.

Berdasarkan petunjuk teknis, total anggaran terbagi untuk kegiatan fisik senilai Rp35 miliar dan non fisik Rp9 miliar, yang melekat pada bidang SMP dan SD.

“Tahun ini untuk DAK yang diberikan kepada Disdikbud Parmout mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” ungkap Kadisdikbud, Adrudin Nur yang ditemui d ruang kerjanya belum lama ini.

Dia menjelaskan, dari total Rp44 miliar, bidang SMP mendapat kucuran daba sebanyak Rp19 miliar dan pada bidang SD sebesar Rp25 miliar, untuk pembangunan fisik dan non fisik.

“Jadi, tidak seluruhnya dana itu untuk fisik, SMP dari total anggaranya yang telah disepakati, 4 miliar untuk kebutuhan kelengkapan sekolah seperti buku dan lainnya, dan selebihnya untuk fisik. Sementara untuk SD 5 miliar non fisik,” jelasnya.

Menurut dia, realisasi kegiatan yang bersumber dari DAK 2019 ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada bulan September ini. Agar lebih memaksimalkan pelaksanaannya, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pihak sekolah calon penerima bantuan tersebut.

Dia menambahkan, sekolah penerima DAK adalah penerima yang telah sesuai dengan laporan yang dimasukan kedalam aplikasi Data Pokok Kependidikan (DAPODIK), terkait kondisi bangunan dan lain sebagainya.

“Saat ini, bantuan baik fisik dan non fisik mengacu pada Dapodik, apabila datanya tidak dimasukan kedalamnya, maka dipastikan sekolah itu nantinya tidak akan mendapatkan bantuan,” terang Adrudin Nur.

Sejauh ini, pekerjaan DAK 2018 dibeberapa sekolah sesuai hasil laporan dari bidang tehnis, tidak ada pekerjaan ruang kelas belajar, Perpustakaan serta Laboratorium mengalami keterlambatan. Sebab, pihaknya telah melaporkan kepada pihak kementrian atas hasil pekerjaan.

“Pekerjaannya tidak ada yang melewati waktu, atau menyebrang tahun, karena tim pemeriksa sudah melakukan peninjauan disejumlah sekolah,” tutup Adrudin. SAFIRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *