Kepsek Yang Tidak Miliki NUKS Harus Siap Tergeser

PARIMO, beritasulteng.com- Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dihimbau mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) penguatan, agar mendapatkan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo, Sunarti. Saat ini di Kabupaten Parimo kata dia, dari jumlah 500 orang lebih Kepsek SD dan SMP secara menyeluruh, baru sekitar 200 lebih yang sudah memiliki NUKS.

“Jika ada Kepsek yang belum memiliki NUKS, lantas tidak mau mengikuti Diklat tersebut, maka dia harus siap tergeser,” ungkapnya kepada beritasulteng.com, Kamis (24/10).

Dia menambahakan, saat ini sudah banyak sekolah yang belum memilik Kepsek dikarenakan ada yang sudah pensiun, dan ada juga yang meninggal dunia. Sehingga sambung dia, calon kepsek yang nantinya akan mengisi jabatan tersebut adalah tenaga pengajar yang tidak hanya memenuhi syarat dari segi golongannya saja, akan tetapi juga harus sudah memiliki NUKS.

Sebab lanjut dia, itu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud-RI), yang mewajibkan setiap guru memiliki NUKS sebelum diangkat menjadi Kepsek.

Sunarti juga mengatakan, ada sebanyak 63 orang calon kepsek yang sudah melawati jenjang seleksi calon Kepsek (Cakep), dan tinggal mengikuti Diklat untuk kemudian meduduki jabatan sebagai Kepsek.

Hanya saja sambung dia, jumlah 63 orang tersebut masih jauh daripada jumlah kursi kepsek yang saat ini mengalami kekosongan. Olehnya itu pihak Disdikbud Parimo berharap, agar pada saat Diklat nantinya tidak ada lagi yang gugur, sehingga dapat memperkecil jumlah Kepsek yang dibutuhkan.

“Sebelumnya sekitar 75 orang yang mengikuti seleksi substansi. Hanya saja tiga orang gugur karena tidak mengikuti prosesnya hingga selesai. Kemudian dari dari 72 orang yang lolos seleksi substansi tersebut, gugur lagi sebanyak sembilan orang karena dinyatakan belum layak oleh asesornya, dan saat ini yang tersisa sebanyak 63 orang saja,” jelas Sunarti. FAOZAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *