Hasil Tani di Moutong Terpuruk Karena Tambang 

Ilustrasi/ist

Nandar – beritasulteng.com | Kamis, 9 Januari 2020

PARIMO, beritasulteng.com- Akibat lumpur tambang yang saat ini sudah masuk hingga ke area persawahan di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), hasil tani di wilayah tersebut menurun derastis.

Hal itu diungkapan Arifin Dg Palallo, selaku salah seorang anleg di Parimo yang mendapat keluhan masyarakat Kecamatan Moutong khususnya petani, terkait dengan kerugian yang dialami akibat aktifitas tambang di Kecamatan tersebut.

Arifin Dg Palallo, Anggota DPRD Parimo. (Foto/Humas DPRD Parimo)

“Kurang lebih sekitar 1.700 hektar sawah di Kecamatan kami hasilnya membuat petani menjerit,” ungkapnya dihadapan Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai, pada sidang Paripurna di DPRD Parimo Rabu, (8/1/2020) kemarin.

Luasnya tambang Moutong yang dikelola pihak Korea Tambah dia, hingga saat ini sudah hampir mencapai irigasi atau lebih tepatnya kurang 100 meter lagi, menjadi salah satu faktor penyebab masuknya lumpur tambang ke area persawahan diwilayah tersebut.

Akibatnya jelas dia, petani di wilayah itu sangat susah mendapatkan hasil panen yang maksimal. Dalam satu hektar sawah sambung dia, untuk mendapatkan hasil panen 500kg saja terasa sangat sulit.


Pada kesempatan itu, dihadapan Badrun Nggai, dia juga menyampaikan janji Pemerintah Daerah yang pernah diucapkan di ruangan Ketua DPRD Parimo beberapa waktu lalu, akan melakukan kunjungan dan melihat langsung kejadian lumpur tambang yang menerobos masuk ke sawah, hingga saat ini belum terealisasikan.

“Untuk komisi tiga DPRD Parimo, saya mewakili masyarakat mengundang kesana agar bisa melihat langsung yang terjadi saat ini. Ini murni suara rakyat mautong yang menderita,” tutup Arifin Dg Palallo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *