Tingkatkan mutu pendidikan, Bidang Paud Dikmas Sosialisasikan Permendikbud

Nurlina, Kabid Paud dan Dikmas Disdikbud Kabutaen Parimo (foto/beritasulteng.com)

Faozan – beritasulteng.com | Selasa, 4 Februari 2020

PARIMO, beritasulteng.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD) Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO), melalui bidang Paud dan Dikmas, lakukan sosialisasi kepada seluruh lembaga Paud, terkait Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) 137 tahun 2014  tentang Standar Nasional Pendidikan Anak usia Dini. 

Bacaan Lainnya

banner 970x90

“Diantara isi Permendikbud 137 tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan anak usia dini itu, sekolah diimbau melakukan pengelompokkan umur untuk memetakan proses layanan,” ujar Kepala Bidang Paud dan Dikmas Nurlina, selasa ( 4/2/2020) 

Nurlina menambahkan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Kata dia, untuk perluasan akses diimbau  kepada seluruh satuan Paud menjalin kerjasama dengan kepala desa atau kader BKB desa untuk  mendata anak umur 0 sampai 6 tahun lalu memasukkan data tersebut ke Dapodik Paud Dikmas. 

Setelah mendapatkan jumlah 0 sampai 6 tahun, lembaga memasukan data didalam Dapodik untuk dilakukan  pelayanan atau pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Nurlina mengimbau agar lembaga Paud memberi dukungan kepada Dinas Pendidikan  agar seluruh anak terakses pendidikan mulai lahir usia 0 sampai 6 tahun.

“Tidak boleh ada anak yang tidak mendapat akses pendidikan. Itulah mengapa usia 0 – 6 tahun anak harus terdaftar disatuan Paud,” tandasnya.

Nurlina menjelaskan, lembaga Paud tidak perlu khawatir untuk menerapkan Permendikbud 137 tahun 2014, sebab ada pengelompokan usia sehingga memudahkan pengelolah pendidik untuk memberikan pelayanan.

Dijelaskannya, untuk umur 2 sampai 4 tahun satu kali pertemuan minimal 180 menit dan frekuensi 

pertemuan minimal dua kali per minggu.  Usia 4 sampai 6 tahun satu kali pertemuan minimal 180 menit dan frekuensi 

pertemuan minimal lima kali per minggu.

“Saya yakin guru Paud lebih kreatif dan tau caranya bagaimana menerapkan Permendikbud 136 tahun 2014 ini, apalagi jumlah jam yang diminta hanya sedikit. Selama ini guru Paud sudah memberikan pelayanan lebih dengan ikhlas,” pungkasnya.

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *