Bantuan Operasional Pendidikan di Parimo Tembus 12 Milyar

  • Whatsapp

Faozan-beritasulteng.com | Selasa, 10 Maret 2020

PARIMO, beritasulteng.com- Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO), mencapai angka Rp12 Miliar. Ha itu menjadikan Parigi Moutong penerima BOP tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (KABID) Paud dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD) Kabupaten Parimo, Nurlina. Tidak hanya BOP saja kata dia, tapi Parimo juga menjadi yang tertinggi di Sulteng dibandingkan dengan kabupaten lainnya dalam hal progress pengimputan Dapodik, dengan jumlah siswa terbanyak.

“Jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain, mereka hanya capai lima hingga tujuh milyar,” jelas Nurlina saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2020).

Ia mengatakan, dari 278 jumlah desa dan lima kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong, sataun PAUD mencapai 500 lembaga dan memiliki sebanyak 24.422 siswa. Terdiri dari Lembaga Taman Kanak kanak 284, Kelompok Bermain (KB) 170 serta 33 Satuan Paud Sejenis (SPS). Tak heran jika BOP di Parigi Moutong capai Rp12 milyar.

Selain itu, pihaknya menargetkan Dana Bufer (dana penyanggah) dari melajunya jumlah siswa terinput dalam Dapodik tahun ini sekitar 24.422 siswa, yang sebelumnya hanya capai 21 ribu siswa. Sehingga ada sekitar tiga ribu siswa lebih telah terinput Dapodik dan belum masuk dalam BOP.  

“Kami akan mendapatkan dana penyanggah Rp3 milyar. Pusatkan akan memantau perkembangan Dapodik kita, setelah Aprili kami akan bermohon berdasarkan Dapodik kita. Sebab, BOP sebesar Rp12 milyar hanya mencover 21 ribu siswa, sedangkan jumla siswa kita saat ini 24 ribu lebih,” ungkapnya.

Dia jelaskannya, setiap siswa akan mendapatkan 600 ribu BOP persiswa, jika dikalikan ketambahan sekitar tiga ribu siswa tahun ini, pihaknya akan mendapat dana penyanggah sekitar Rp14 milyar. Sehigga ia mengintruksikan untuk mendaftarkan anak usia 0 hingga 6 tahun ke lembaga Paud.

“Poinnya adalah lembaga mendapat 600 ribu peranak, untuk pengelolaan lembaga itu, sehingga orang tua menjadi cerdas memalui kegitan parentik dalam pola pengasuhan. Kami juga berterimakasih kepada tim dan satua pendidikan, saya atas kerja kerja mereka,” terang Nurlina. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *