27 Orang Honorer Puskesmas Palasa Digaji Sukarela

Foto/ist

Taufik-beritasulteng.com | Selasa 17 Maret 2020

PARIMO, beritasulteng.com- Sebanyak 27 orang Tenaga kesehatan yang bekerja di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO), masih berstatus sukarela.

Bacaan Lainnya

Seperti yang diutarakan salah seorang tenaga kesehatan Puskesmas tersebut inisial IV, kepada Media ini, dia dan juga 26 orang teman-temannya yang masih digaji secara sukarela oleh pihak Puskesmas, menaruh harapan penuh kepada Pemerintah Daerah (PEMDA) untuk bisa mengangkat mereka sebagai tenaga Honor Daerah (HONDA).

“Kami hanya menginginkan status kami diperjelas. Minimal sebagai Honda, agar gaji kamipun bisa setara dengan teman-teman tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit. Selama ini kami hanya digaji secara sukarela sesuai dengan kebijakan Puskesmas,” ungkap IV belum lama ini.

Dalam waktu dekat kata dia, dia dan juga teman-temannya yang memiliki nasib yang sama berencana melakukan komunikasi dengan pihak DPRD Kabupaten Parimo, untuk mengadukan nasib mereka. Seharusnya sambung dia, Jika belum bisa diangkat sebagai Honda, minimal Pemerintah Daerah mengeluarkan daftar tunggu proses pemberkasan, sehingga  dia bersama 26 orang lainnya dapat mengetahui kapan giliran kejelasan status mereka tiba.

Sementara itu, Ketua Komisi Empat DPRD Parimo, Fery Budiutomo, via pesan WhatsAppnya mengatakan, akan menyuarakan aspirasi terkait persoalan kejelasan status tenaga kesehatan di Puskesmas Palasa. Apa lagi berbicara tentang kesejahteraan tenaga kesehatan sukarela lanjut dia, suda sejak lama diperjuangkan.

“Menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat merupakan satu keharusan bagi anggota dewan. Suara masyarakat sangat penting sebagai kebutuhan nyata di masyarakat, sehingga aspirasi itu harus diperjuangkan agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegas Fery.

Saat ini kata dia, jumlah honorer di Parimo terbilang tinggi. Jika seluruhnya diangkat sebagai Honor Daerah,akibatnya bisa berdampak pada APBD. Namun di sisi lain sambung Fery, honorer kerap mempertanyakan statusnya kepada Kepada  DPRD Parigi moutong.

Fery menambahkan, masyarakat bisa menyampaikan secara langsung aspirasi mereka kepada dirinya.

“Pintu ruangan saya selalu terbuka kepada masyarakat. Prinsip ini dari dulu sudah saya terapkan. Saya akan mendorong sistem politik di parimo menjadi lebih substansial dan sederhana lagi,” tutup ketua komisi IV DPRD Parimo, Fery Budiutomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *