Satu WNA Asal Cina di Parigi Berstatus ODP

  • Whatsapp
Satu WNA Asal Cina di Parigi Berstatus ODP
ILUSTRASI/ist

Basrul-beritasulteng.com | Kamis 26 Maret 2020

PARIMO, beritasulteng.com- Pasca beredarnya surat edaran Bupati Parigi Moutong (PARIMO), terkait larangan masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) selama proses pencegahan penyebaran wabah virus Corona (COVID-19), Pemerintah Kecamatan Parigi, mendapatkan laporan adanya WNA Cina yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Parigi.

Bacaan Lainnya

Camat Parigi, Nur Srikandi Puja Passau, saat dihubungi Media ini via telepon genggamnya membenarkan adanya WNA asal Cina, Provinsi Jhiang shi, dengan status ODP masuk ke Wilayah Parigi. Dia mengatakan, WNA tersebut tidak datang seorang diri melainkan bersama temannya yang berasal dari Kecamatan Moutong.

“Keduanya masih dalam pantauan petugas kesehatan,” ungkapnya, Rabu (24/3/2020).

Awalnya kata dia, kedua ODP itu sudah lebih dulu dilakukan pemeriksaan oleh pihak petugas kesehatan, dan dinyatakan sebagai ODP. Olehnya sambung Puja, warga moutong bersama teman WNA-nya tersebut diarahkan untuk karantina mandiri di salah satu hotel yang terletak di Kelurahan Kampal, Parigi, selama 14 hari.

Hanya saja kata dia, setelah pihak hotel tersebut mengetahui dua orang tamunya masuk dalam kategori ODP, dengan terpaksa pihak hotel meminta agar kedua orang itu berpindah ketempat lain. Namun sangat disayangkan lanjutnya, dua orang yang berstatus ODP tersebut tidak melaporkan kepada petugas kesehatan berkaitan dengan perpindahan mereka.

Puja menambahkan, ODP tersebut diketahui berada di wilayah Kecamatan Parigi, atas laporan pemilik hotel tempat menginap kedua ODP pasca dikeluarpaksakan dari tempat karantina pertama.

Mendengar laporan tersebut ungkap Puja, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Kepolisian, Danramil, serta Kepala Puskesmas Parigi, dan kemudian mendatangi hotel tempat orang yang memberikan informasi.

Lanjut dia, menurut informasi yang diperolehnya, keberadaan WNA asal cina itu di Kabupaten Parimo, sudah sejak Desember 2019 silam. Hanya saja ungkapnya, jika ditanyakan soal tujuan kedatangan WNA itu di Parimo, pihaknya belum mengetahui pasti.

“Kami kurang tahu, pastinya saat datang dia langsung di moutong. Mereka berdua saat ini sudah dikarantina di Cotage Sail Tomini, Desa Pangi, kecamatan Parigi Utara,” Tutupnya.

Baca juga : https://beritasulteng.com/2020/03/27/hadapi-covid-19-pemdes-kayuboko-siapkan-anggaran-sterilisasi-wilayah/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *