Cegah Penyebaran, Pemdes Jononunu Buka Posko Covid-19

Cegah Penyebaran, Pemdes Jononunu Buka Posko Covid-19
Foto/Basrul

Basrul-beritasulteng.com | Kamis, 2 April 2020

PARIMO, beritasulteng.com- Pemerintah Desa (Pemdes) Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dirikan posko guna melakukan pencegahan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19).

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Sekertaris Desa Jononunu, Noval, kepada beritasulteng.com di kediamannya, belum lama ini. Dia mengatakan, dalam hal pencegahan Covid-19 di Desanya tersebut, anggaran yang digunakan bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020.

“Ibaratnya, jangan nanti hujan baru payung dibuka,” tuturnya.

Ditanya soal jumlah anggaran yang disiapkan Pemdes Jononunu, Noval masih enggan menyebutkan secara rinci.

Dia mengungkapkan, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Bupati Parigi Moutong, setiap desa diminta untuk menyiapkan anggaran sebesar 20 persen dari total DD yang di kelola.

Namun kata dia, atas masukan pendamping desa pihaknya hanya akan menyiapakan anggaran untuk program pencegahan penyebarah Covid-19, sebesar 10-15 persen dari total DD Desa Jononunu.

Lanjut dia, pendamping desa menyampaikan, jumlah tersebut berdasarkan hasil rapat pihak kecamatan dengan instansi terkait di Kantor Bappelitbangda.   

“Ditakutkan jangan nanti disalahgunakan anggaran ini,” terangnya.

Dia menjelaskan petugas poko itu dibagi menjadi dua regu dan seluruh petugas mendapat biaya operasional senilai Rp 100 ribu per satu item kegiatan.  

“Regu pertama bertugas dari jam 07.00 sampai 17.00 Wita. Sedangkan, regu dua bertugas dari jam 18.00 sampai 00.00 Wita. Jumlah itu, berdasarkan RAB yang dikirmkan Kadis PMD, kepada kami,” terangnya.

Sementara itu, posko Covid-19 di desa tersebut beranggotakan seluruh perangkat desa, BPD, Karang Taruna desa, Pemuda desa serta PKK.

Diketahui, sedikitnya ada tiga item kegiatan di posko Covid-19 Desa Jononunu yaitu, penjagaan posko, penyemprotan Disinfektan sebanyak dua kali dalam satu minggu serta melakukan pendataan terhadap warga.

“Pendataan yang dimaksud yaitu, mendata setiap orang yang masuk ke desa ini,” tutupnya.         

Baca juga : https://beritasulteng.com/2020/03/27/hadapi-covid-19-pemdes-kayuboko-siapkan-anggaran-sterilisasi-wilayah/    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *