Ketemuan di Perbatasan, Gubernur Gorontalo vs Bupati Parimo Abaikan Social Distancing

  • Whatsapp
Situasi saat pertemuan Bupati Parimo, dengan Gubernur Provinsi Gorontalo di perbatasan Sulteng-Gorontalo (Foto/ist)

Rifal Tajwid-beritasulteng.com | Sabtu, 4 April 2020

PARIMO,beritasulteng.com- Gubernur Gorontalo bersama Bupati Parigi Moutong pada Sabtu, 4 Aprl 2020,  ketemuan di perbatasan Sulawesi Tengah dan Provinsi Gorontalo. Pertemuan dua pejabat itu terpantau mengabaikan ketentuan pembatasan kumpulan massa dalam jumlah banyak atau social distancing.

Bacaan Lainnya

Kesan cuek dengan penegasan social distancing itu terekam dalam sebuah video yang beredar. Terpantau di video berdurasi 29 detik itu tumpukan massa dalam jumlah cukup banyak. Lewat video tersebut, dalam kerumunan massa yang banyak juga terlihat sejumlah aparat TNI hingga Polri.

Terkait peredaran video tersebut, Kabag Humas Setda Parigi Moutong, Syamsu Nadjamudin, mengaku tidak ada penumpukan massa dalam jumlah besar pada pertemuan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie versus Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu di perbatasan.

‘Juru bicara’ Bupati Parigi Moutong itu hanya membenarkan adanya agenda kunjungan kerja Gubernur Gorontalo ke Perbatasan. Dalam peninjauannya menurut Syamsu Nadjamudin bahwa Rusli Habibie datang untuk memastikan keberadaan posko pencegahan Virus Corona atau Covid-19.

“Pertemuan itu tidak melibatkan banyak orang seperti yang banyak diceritakan. Dan seluruh pertemuan di perbatasan itu menggunakan rekayasa Protab yang ada,” ujar Syamsu Nadjamudin saat dihubungi lewat telepon selulernya.

Situasi pertemuan Bupati Parimo, vs Gubernur Provinsi Gorontalo di perbatasan (Foto/ist)

Syamsu Nadjamudin bilang, walau terlihat banyak orang menghadiri pertemuan tersebut semua mematuhi petunjuk seperti mencuci tangan, mengenakan masker serta menjaga jarak. Justru di momen itu pemerintah mengimbau kepada masyarakat tentang kebijakan serta ketentuan pencegahan peredaran Covid-19.

Menyinggung kembali terkait adanya perkumpulan, Syamsu Nadjamudin tetap bersikukuh bahwa tidak ada yang namanya perkumpulan, “Saya menegaskan bahwa tidak ada perkumpulan,” ucap Syamsu Nadjamudin yang disusul dengan tindakan memutus sambungan telepon dengan wartawan.

Sebelumnya dalam Surat Edaran Bupati Parigi Moutong, yang ditandatangani Samsurizal Tombolotutu. Nomor 443.1/1065/BAG.HUMAS. Pada poin tiga bagian (a) menyebutkan, seluruh penyelenggaraan tatap muka yang menghadirkan banyak peserta baik di lingkungan instansi Kabupaten agar ditunda atau dibatalkan.

Kemudian pada bagian (b) poin yang sama berbunyi, penyelenggaraan rapat – rapat agar dilakukan sangat selektif sesuai tingkat prioritas dan urgensi yang harus diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi melalui media elektronik yang tersedia.

Sedangkan, pada poin enam bagian (C) surat edaran itu memberi himbauan kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan acara pesta perkawinan, syukuran dan acara lainnya yang melibatkan banyak orang. Sampai situasi penyebaran virus Corona dinyatakan aman dan kondusif.   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *