Enggan Jalani Karantina, ODR Ongka Malino Dianggap Resahkan Warga

Warga Kecamatan Ongka Malino Dibuat Resah ODR
Ilustrasi/ist

Penulis : Taufik | Editor : Faozan

PARIMO, Beritasulteng.com Salah seorang warga Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO), yang sementara ini disebut menyandang status Orang Dalam Resiko (ODR) Covid-19, enggan melanjutkan proses karantina mandiri sesuai dengan arahan Pemerintah Kabupaten Parimo. Akibatnya, warga yang tinggal tak jauh dari kediaman ODR tersebut dibuat resah karena ketidakpatuhannya.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Pantauan Beritasulteng.com, warga penyandang status ODR di Kecamatan tersebut sempat melakukan interaksi dengan beberapa warga lainnya. Hal itupun diperkuat oleh  ucapan sejumlah warga yang sama mengeluhkan persoalan berkeliarannya  ODR itu.

Dihimpun juga dari warga setempat, alasan ODR tersebut enggan melanjutkan proses karantina mandiri dikarenakan munculnya rasa jenuh didirinya, dan juga keinginannya untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid.

“Masa orang mau pergi sholat saja dilarang, hidup mati itu di tangan tuhan, kalau kita ba kurung di rumah, mau makan apa, siapa yang mau cari nafkah?,” ungkapnya.

Tenaga perawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) sekaligus anggota gugus tugas covid-19 Kecamatan Ongka Malino, Hajriani, yang dihubungi via telephone genggamnya berharap, warga yang berstatus ODR maupun ODP, agar bisa menahan diri untuk terus melakukan karantina mandiri selama 14 hari demi kepentingan bersama.

 “Lebih baik mencegah, dari pada mengobati. Bagaimana kalau misalnya terpapar dan positif? tentunya kita semua yang akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

Kata dia, siapa saja yang baru pulang dari perjalanan keluar daerah diharapkan untuk bisa mengikuti instruksi atau imbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah tentang karantina mandiri agar tidak menimbulkan kerasahan dimasyarakat.

Hajriani juga menjelaskan, karena belum masuk dalam zona merah covid-19, olehnya kegiatan ibadah secara berjamaah masih boleh dilakukan. Akan tetapi tidak bagi warga yang masih menjalani proses karantina.

“Sesuai SOP kami, petugas kesehatan diwajibkan memantau ODR atau ODP bukan memeriksa. Jika ada keluhan yang diduga covid-19, maka kami akan melakukan pemeriksaan dengan APD lengkap,” Jelas Hajriani.

Ditambahkannya, saat ini Alat Perlindungan Diri (APD) yang sesuai standar belum ada untuk UPTD Puskesmas ongka.

“Olehnya kami hanya memakai APD seadanya,” Tutup ani.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala UPTD Puskesmas Ongka Malino, belum bisa tersambung saat dihubungi ke nomor handphone pribadinya.

banner 970x90
banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.