Bagikan Info Penting Ini! Ongkos Perawatan Pasien Corona Ditanggung Negara

Ongkos Perawatan Pasien Corona Ditanggung Negara
Ilustrasi/ist

Editor: Andi Sadam

JAKARTA- beritasulteng.com- Kabar gembira kepada rakyat Indonesia, terkhusus kaum ekonomi lemah. Pertanyaan sekaligus harapan masyarakat terkait biaya pengobatan pasien, semisal terinfeksi Covid-19, mendapat jawaban.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Seperti diketahui, kerisauan warga ditengah pandemi Covid-19 ternyata bukan hanya takut akan terpapar virus, tapi juga kebingungan dengan persoalan biaya berobat bila terinfeksi. Walau sebenarnya sejak pertengahan Maret lalu pemerintah Republik Indonesia sudah mengumumkan kalau biaya pengobatan pasien terpapar virus tersebut ditanggung negara. 

Tanggal 12 Maret lalu, dilansir tirto.id, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menegaskan bahwa pemerintah menjamin semua biaya perawatan Covid-19. Bahkan kebijakan menggratiskan ongkos tersebut tidak hanya untuk warga negara tapi juga Warga Negara Asing (WNA). 

“Kalau kebijakan dirawat ditagihkan itu silahkan aja tagihkan ke negara Indonesia, kalau itu orang Indonesia tetapi kebijakan kita di sini kita enggak akan tagihkan WNA yang kita rawat di sini,” kata Yurianto di kantor Kepresidenan, sebagaimana lampiran tirto.id, 13 Maret 2020.

Lewat Yurianto, sikap pemerintah memilih negara untuk membiayai pasien Covid-19, dalam merespons langkah Singapura yang tak membayar biaya pengobatan WNA korban Corona.

Dijelaskan Yurianto, opsi pilihan bahwa anggaran yang digunakan pemerintah masuk ke pagu penanggulangan bencana. Ia mengacu kepada Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang bencana yang mengatur penggunaan anggaran siap pakai, untuk penanggulangan Covid-19.

Mekanisme penggunaan dana pakai diatur dalam Peraturan Pemerintah 21 tahun 2016 dan aturan khusus Kepala BNPB. “Setelah nanti akan dipertanggungjawabkan, nanti akan masuk di dalam DIPA BNPB, jadi bukan dana program di kementerian,” ungkap Yurianto.

Artikel terbitan tirto.id: Pemerintah Akan Tanggung Biaya Pengobatan COVID-19, Termasuk WNA.

Upaya pemerintah meyakinkan kalau biaya perawatan pasien yang ‘berteduh’ di rumah sakit dibebankan ke negara, kembali terpublikasi pada Selasa, 4 April. Kali ini lewat Sry Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI. 

Melalui keterangan persnya, Sry Mulyani menyatakan bahwa telah ‘mengutus’ surat kepada Menteri Kesehatan RI perihal satuan biaya penggantian atas biaya perawatan pasien infeksi emerging tertentu bagi rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dikutip dari naskah terbitan Beritasatu.com, Menurut Sry Mulyani bahwa langkah ini diambil karena BPJS Kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku tidak bisa men-cover penyakit yang sudah menjadi pandemi global. Sehingga, beban biaya pelayanan kesehatan atas penanganan bencana wabah Covid-19 ditimbah dari APBN maupun APBD. 

Sry Mulyani. Foto/ist

Secara spesifik, anggaran untuk perawatan pasien akan disentralisasi melalui Kementerian Kesehatan.

“Hari Senin 6 April, saya mengeluarkan surat kepada Menteri Kesehatan untuk satuan biaya bagi pasien Covid di rumah sakit yang bisa ditagihkan ke APBN. Itu sudah ada satuan biayanya. Jadi dalam Rp75 triliun (subsidi bidang kesehatan) meng-cover seluruh kebutuhan alat kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan lainnya,” kata Sri Mulyani usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo mengenai Percepatan Program Padat Karya Tunai, sebagaimana lampiran Beritasatu.com.

Perempuan kelahiran 57 tahun silam ini menjelaskan kalau pemerintah sudah memikirkan segala yang menyangkut covid-19. Deretan prioritas prioritas awal pemerintah, urai Set Mulyani, adalah insentif dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, perawat, dan tenaga medis di rumah sakit, termasuk upgrade rumah sakit dan pembiayaan bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. 

Berdasarkan surat nomor S-275/MK.02/2020 tersebut, perhitungan tarif jaminan Covid-19 untuk pasien rawat jalan adalah menggunakan tarif INA-CBGs. Sedangkan tarif klaim pasien rawat inap dihitung menggunakan rumus tarif INA-CBGs ditambah jumlah LOS (length of stay) pasien dikalikan cost per hari.

Adapun besaran tarif INA-CBGs untuk pelayanan Covid-19 pelayanan rawat jalan menggunakan tarif rumah sakit kelas A regional 1. Sedangkan besaran tarif INA-CBGs untuk pelayanan Covid-19 pelayanan rawat inap menggunakan tarif rumah sakit kelas A regional 1 dan kelas perawatan kelas 3.

Sementara itu untuk top up per hari (cost per day) mencakup komponen administrasi pelayanan, akomodasi di ruang rawat inap, jasa dokter, pelayanan rawat jalan dan rawat inap di ruang gawat darurat, ruang isolasi biasa, ruang isolasi ICU dengan ventilator, ruang isolasi tekanan negatif non ventilator, pemeriksaan penunjang diasnostik (laboratorium dan radiologi sesuai indikasi medis), APD, ambulan rujukan, dan pemulangan jenazah.

Adapun nilai cost per hari untuk kriteria ODP/PDP/konfirmasi tanpa komorbid/komplikasi sebagai berikut :

1. ICU dengan ventilator Rp15,5 juta-Rp16,5 juta.

2. ICU tanpa ventilator Rp12 juta-Rp12,5 juta.

3. Isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta-Rp14,5 juta.

4. Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp7,5 juta-Rp9,5 juta.

5. Isolasi non tekanan negatif dengan ventilator 10,5 juta-Rp14,5 juta.

6. Isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator Rp7,5 juta-Rp9,5 juta. 

Artikel Beritasatu.com: Ini Besaran Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di RS.

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.