Polisi Dituding Langgar HAM, Pemuda Muslim Tantang Kapolda Sulteng

  • Whatsapp
Ilustrasi/ist

Sumber: Press Release | Editor: Andi Sadam

SULTENG, beritasulteng- Institusi kepolisian Republik Indonesia kembali ‘dilempari’ protes oleh masyarakat yang merasa dirampas haknya. Kritik terhadap tindakan penegakan hukum oleh aparat berbaju cokelat ini tentang kematian Qidam Alfariski Mosance.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Pemuda berusia 20 tahun yang tewas itu asal Desa Tobe, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Oleh aparat, Qidam diduga terlibat jaringan terorisme. Ia terbunuh akibat serangan peluru aparat.

Peristiwa tewasnya Qidam pada Kamis malam tanggal 9 April 2020, memicu argumen yang menganggap polisi terkesan mengabaikan Hak Asasi Manusia (HAM), mencederai asas praduga tak bersalah, serta beberapa ketentuan hukum lainnya.

Tudingan tersebut berdasarkan rilis kiriman langsung Syahril Rachman, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslim Sulawesi Tengah, pada Minggu 12 April 2020.

Pernyataan pers dari Pemuda Muslim Sulteng itu menuliskan anggapan bahwa aparat kepolisian bertindak tanpa didasari pembuktian fakta-fakta di lapangan, yang bahkan dalam tindakannya berujung membunuh pemuda yang sehari-hari sebagai petugas SPBU Tambarana itu.

Kesan ‘label’ teroris yang ‘disematkan’ ke warga sipil dan ‘diburu’, yang kemudian dalam proses penangkapan oleh polisi menerapkan tindakan menembak hingga menewaskan, dianggap mencoreng supremasi hukum.

Dalam pernyataan sikap tertuang dalam rilis Pemuda Muslim Sulteng yang diterima redaksi Beritasulteng.com, secara tegas mendesak Kapolres Poso memberi keterangan resmi, menantang Kapolda Sulteng mengumpul fakta atas kematian Qidam, serta meminta Kapolri untuk transparan serta menegakkan hukum secara adil.

Tidak hanya itu, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), diminta transparan pula memberi pernyataan terhadap perkembangan jaringan teroris di Sulteng.

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *