DP3AP2KB Sebut Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Parimo Berkurang

  • Whatsapp
Kartikowati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Foto: istimewah

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com Kasus kekerasan anak di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, menurun dalam tiga tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Penurunan angka kasus tersebut dipublikasikan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong. 

Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kartikowati, saat ditemui beritasulteng.com di ruang kerjanya mengatakan, berkurangnya angka kasus anak itu sejak tahun 2018 hingga Maret 2020.

Kata dia, kasus kekerasan seksual terhadap anak memang cukup tinggi di tahun 2018 dengan total 47 kasus. Dengan rincian, kekerasan fisik sebanyak 11 kasus, kekerasan seksual sebanyak 28 kasus, kasus lain-lain sebanyak delapan kasus.

“Untuk tahun ini, baru bisa kita lihat dari Januari sampai bulan Maret, ada delapan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi,” ujarnya.

Disebutkannya, kasus kekerasan anak ditahun ini, umumnya dialami anak perempuan dengan total sebanyak 30 orang dan 17 kasus kekerasan dialami anak laki-laki.

Dari jumlah itu lanjut Kartiko, seluruhnya berujung hingga ketingkat pelaporan kepihak Kepolisian Resot (Polres) Parigi  Moutong. Bahkan, tuntas diselesaikan di tingkat Pengadilan.

“Harpan kami dari DP3AP2KB, dengan adanya bencana wabah Covid-19 ini bisa juga mengurangi angkah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Parigi Moutong,” harapnya.

Sementara itu, berdasarkan rincian data kekerasan terhadap anak yang diperoleh dari DP3AP2KB, umumnya terdapat  penurunan yang cukup signifikan. Kasus  kekerasan seksual terhadap anak ditahun 2019 dengan total 46 kasus, kekerasan fisik sebanyak 23 kasus, kemudian kekerasan seksual 15 kasus, kasus lainnya sebanyak tujuh kasus.

Pada umumnya  ditahun 2019, kasus  kekerasan terhadap anak perempuan di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 29 orang  korban. Sedangkan untuk anak laki-laki berjumlah 17 kasus. Dari jumlah itu, selurunya berunjung  pada tingkat pelaporan kepihak Polres Parigi Moutong dan hasilnya berakhir ditingkat mediasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *