Irama Sosialisasi Hingga Ramuan Pelindung Nyawa

  • Whatsapp
Gerakan penanggulangan Covid-19 yang dilakukan Pemdes Kayuboko. (Foto: Basrul/beritasulteng.com

Penulis: Andi Sadam 

BERAGAM jurus dipakai pemerintah RI dalam menepis serangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tanah air. Salah satu gerakan menonjol dalam aksi melawan pendemi itu paling nampak dari desa. Belum terlihat pergerakan menonjol dari tingkat pemerintah kabupaten. 

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Bukan tanpa dasar, upaya ‘memukul mundur’ Covid-19 di tingkat desa ini merujuk sejumlah petunjuk, utamanya Surat Edaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa yang ditetapkan pada 24 Maret 2020. 

Nampak sekali sekarang, respon Pemerintah Desa merealisasikan imbauan kementerian tersebut. Mulai dari sosialisasi agar warga patuh terhadap protokol penanggulangan Covid-19, hingga tersohornya ramuan ‘pelindung nyawa’ dari serangan virus. 

Sejumlah desa yang Pemdesnya terekspos responsif menyikapi arahan pemerintah pusat, ada di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. 

Catatan beritasulteng.com, upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 dari desa di kabupaten yang dinahkodai bupati berpirang itu sejak bulan Maret lalu. Dan saat ini, dikabarkan sudah sebagian banyak desa yang turut beraksi melawan pandemi Covid-19. 

Aksi ‘angkat senjata’ menantang Covid-19 pertama di Parigi Moutong adalah dengan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum, tempat ibadah hingga kendaraan yang melintas. 

Seperti di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat. Tidak lama pasca terbitnya edaran Kemendes PDTT, gerakan menyemprotkan cairan anti virus sudah digalakan. Menurut Kades Kayuboko, mereka memang tinggal menanti petunjuk pemerintah dalam aksi melawan Covid-19. “Sebenarnya kami tinggal menunggu petunjuk pemerintah agar bisa berbuat maksimal dalam tindakan melawan virus corona ini,” Kata Kades bernama Rahmad itu pada Jumat, 17 April pekan lalu. 

Selain menyemprotkan cairan disinfektan, gerakan melawan pandemi Covid-19 dari masing-masing Pemdes di Kabupaten Parigi Moutong juga didukung dengan irama sosialisasi, tentang langkah-langkah yang wajib dilakukan pada masa pencegahan penularan corona virus.

Deretan Desa lain di Kabupaten Parigi Moutong yang juga sudah melakukan gerakan penanggulangan Covid-19 diantaranya Desa Bambalemo, Olaya, Boyantongo, Gangga, Towera dan desa-desa lain. 

Dari sekian banyak desa yang sudah bergerak memutus rantai penularan, rata-rata menggunakan metode seragam, sebab merujuk pada protokol penanggulangan Covid-19. Namun begitu, petunjuk itu tidak membatasi konsep atau inovasi aksi melawan Covid.

Seperti terlaksana di Desa Dusunan, Kecamatan Tinombo pada Rabu, 22 April. Selain membagi Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, Pemdesnya juga menyuguhkan ramuan yang dianggap mampu meningkatkan imunitas tubuh. Karena salah satu penentu mudah tidaknya terpapar virus adalah daya tahan tubuh.

Ramuan tradisolional itu bahan utamanya adalah jahe merah. Populer di Sulawesi, minuman ini disebut Saraba.

Tidak main-main konsep Pemdes Dusunan. Dibantu pendamping desa, mereka memproduksi Saraba sekitar setangah ton. Minuman itu dibagi gratis dengan sistem mengantar langsung ke rumah-rumah penduduk. 

Disela menyuguhkan Saraba, Pemdes mengedukasi warga setempat tentang protokol penanggulangan Covid-19, termasuk mengimbau masyarakat agar tetap di rumah saja. “Kami mengimbau warga agar tetap di rumah saja, dan mengurangi aktifitas di luar yang tidak perlu,” kata Muhamad Rizal, Sekdes Dusunan. Seperti yang sudah dilansir beritasilteng.com, baca:  Pemdes Dusunan Bagikan 500 Liter Saraba Gratis, Masker Juga

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.