Usai Bagi-bagi APD, Pemdes Gangga Ancam Usir Orang Masuk Tanpa Masker

(Foto: Basrul/beritasulteng.com) Pembagian masker kepada penduduk oleh Pemdes Gangga. Warga penerima diwajibkan bertanda tangan dalam catatan penerima dari Pemdes.

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com Aksi penanggulangan corona virus kembali muncul dari desa. Kali ini dari Desa Gangga, Kecamatan Parigi Selatan. Kepada warga setempat, Pemdes Gangga membag seribu lebih Alat Pelindung Diri (APD).

Bacaan Lainnya

APD berupa masker yang dibagi Pemdes Gangga itu berupa masker. “Sebanyak 1.050 masker yang kami bagi ke warga hari ini,” kata David Rahasia, Kades Gangga kepada beritasulteng.com, Kamis, 23 April 2020.

Upaya bagi-bagi masker di Desa Gangga itu sebagai tindakan pencegahan sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Metode pembagiannya dilakukan ke rumah-rumah warga. Itu dilakukan merujuk pada ketentuan social distancing serta physical distancing. “Pengantaran langsung ke rumah warga itu bertujuan mencegah kerumunan massa. Sebab salah satu alur penularan virus itu lewat perkumpulan atau kontak langsung dari orang ke orang,” kata David.

Dalam sistem pembagiannya, Pemdes Gangga membentuk tiga tim dengan koordinator masing-masing. “Setiap koordinator adalah kepala dusun,” ungkapnya.

Tidak hanya kepada penduduk Desa Gangga, pembagian APD tersebut juga dilakukan kepada siapa saja yang berkunjung ke Gangga. Sebab dalam protokol penanggulanganh Covid-19, katanya, memakai masker adalah kewajiban bagi seluruh manusia, tanpa terkecuali. Sebaliknya, kata Dvid lagi, bagi warga Gangga yang hendak keluar, diperintahkan untuk selalu mengenakan masker.

“Selain itu kami juga mengeluarkan imbauan kepada penduduk agar tidak keluar daerah selama pandemi ini,” jelas David.

Dalam aksi memerangi Covid-19 ini, Pemdes gangga menyatakan tidak main-main dalam penegasan. Betapa tidak, ketegasan Kades David itu dikeluarkan lewat kebijakan melarang orang lain masuk ke Desa Gangga apabila tidak mengenakan masker. Tak tanggung-tanggung, ancamannya pun diusir dari Desa Gangga.“Mulai saat ini hingga kedepan, kami melarang orang yang tidak pakai masker masuk ke Gangga,” tegasnya.

Harapan David, seluruh orang yang telah memiliki masker, atau warga yang mendapat pembagian masker dari Pemdes, selalu memakai maskernya serta mengikuti aturan desa yang sudah ditetapkan. “Ini semua demi kebaikan bersama,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *