Komunitas Fotografi VV Galang Donasi untuk Keluarga Saharuddin

Salah seorang pedagang ikan di pasar tua Parigi, Kelurahan Bantaya, memberi donasi ke komunitas Fotografi VV, untuk diteruskan kepada keluarga Saharuddin. (Foto: Basrul/beritasulteng.com)

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com– Ditengah pandemi Covid-19, Komunitas Vector Venom Parigi menyempatkan diri menggalang donasi teruntuk keluarga Saharuddin Tandiolo, warga di Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Aksi kumpul-kumpul sedakah oleh kelompok Fotografi ini dilakukan di Kelurahan Bantaya, Minggu, 26 April 2020.

Bacaan Lainnya

“Uang yang kami dapat dari keikhlasan sejumlah donatur di komplek pasar tua, nanti diserahkan kepada Keluarga Saharuddin. Dalam penyerahannya, kita melihat berdasarkan kebutuhan keluarga Saharuddin. Yang pasti kami akan menyerahkan bantuan ini dalam bentuk dana disertai bahakan kebutuhan,” kata Arry Mukti, koordinator penggalangan.

Pengumpulan rupiah oleh komunitas juru foto di Kota Parigi itu berlangsung dua jam. Dimulai sejak pukul 16-00 waktu setempat. Metode pemungutannya dilakukan berjalan kaki sembari mendatangi calon donator. Sebagian juga ada yang stay menanti pemberian dari pengguna jalan.

“Urusan puasa bukan kendala. Toh kedua-duanya sama-sama ibadah,” ucap Mukti.

Gerakan meminta bantuan dari komunitas VV di hari Minggu itu, menurut Mukti, sebagai pergerakan awal. “Penggalangan dana ini masih akan terus berlanjut hingga kami memperoleh nominal sesuai target serta kebutuhan utama penerima,” katanya.

Kepada masyarakat donatur, Mukti berujar, bila ingin menyumbang sedikit rejekinya untuk keluarga Saharuddin, bisa komunitas VV atau bisa juga langsung ke penerima bantuan.

“Aksi sosial ini diharap bisa meringankan beban keluarga Saharuddin,” harapnya.

Kepada dermawan yang sudah menyantuni atau berniat membantu keluarga Saharuddin, Mukti sangat berterima kasih. Apalagi disituasi wabah Covid-19 saat ini, bantuan apapun yang sesuai kebutuhan, sangat diharapkan.

Untuk diketahui, Keluarga Saharuddin terbilang sebagai salah seorang penduduk yang perlu mendapat santunan. Sebab tidak hanya mendiami bangunan tidak layak huni, untuk memenuhi kebutuhan perut saja keluarga Saharuddin kesulitan. Demi menghidupi istri dan anaknya, dalam kesehariannya Saharuddin hanya bersandar dari upah menjahit pukat-pukat nelayan yang robek. Hasilnya pun sangat tidak memenuhi standar kebutuhan manusia secara normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *