Bukan Gara-gara Corona, Pelabuhan Tol Laut Tinombo Krisis Kapal

KM Kendhaga Nusantara saat bersandar di Pelabuhan Tol Laut Tinombo. (F. Ayi Salumpu)

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com– Aktivitas angkut dan muat barang di Pelabuhan Tol Laut Tinombo, Kecamatan Tinombo, kini tercatat sepi. Padahal biasanya, menurut data pelabuhan tersebut, intensitas kapal barang keluar masuk cukup rutin.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Hasil wawancara Berita Sulteng dengan Rini, staf Pelabuhan Tol Laut Tinombo, terungkap kalau pemicu turunnya volume kunjungan kapal, lantaran dua faktor. Pertama karena pengalihan rute KM Kendhaga Nusantara oleh pengelolanya. Kedua, adanya opsi lain yang dipilih pihak pemasok.

Rini bilang, penurunan frekwensi dan aktifitas angkut muat brang di pelabuhan itu sudah sekitar dua bulan. Kalau pun ada kapal bersandar, katanya, paling banyak mengantar tiga kontainer. “Padahal sebelum-sebelumnya, biasanya kapal masuk itu menurunkan 30 kontainer,” ujar Rini pada Selasa, 5 Mei 2020. Itu pun pasokan barang bawaan KM Kendhaga Nusantara semata-mata hanya semen. “Kalau dulu yang dibawa oleh kapal itu berupa beras dan logistik lain seperti air minum dalam kemasan galon,” ungkapnya.

Dari penjelasannya Rini, kondisi tersebut makin diperparah dengan nihilnya stok barang untuk diangkut kapal dari pelabuhan Tol Laut Tinombo. “Kapal masuk dan menurunkan tiga kontener di pelabuhan. Saat beranjak meninggalkan pelabuhan, tidak ada stok barang untuk diangkut,” katanya. Situasi itu kemudian turut masuk dalam catatan penting pihak pelabuhan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong itu.

Wanita itu juga menjelaskan, perubahan rute KM Kendhaga Nusantara, yang sebelumnya berlayar dari Bitung ke Tilamuta, kemudian Tinombo, Poso, Mantangisi, Pagimana, berakhir di Luwuk. Kini rute tersebut berubah, yakni tetap berangkat dari Bitung, menuju Luwuk, Pagimana, Bunta, Mantangisi, Poso, kemudian Tinombo.

“Akibat berubah rute, banyak pemasok barang mengeluh, karena lambatnya barang tiba,” ujarnya.

Di proses distribusi dalam satu pulau ini, pemasok kebanyakan telah memilih jalur darat. Rata-rata alasan lain yang dilontarkan pemasok sehingga memilih opsi lewat darat, kata Rini, ongkosnya lebih murah. Perbandingan volume pun katanya beda tipis dengan menggunakan kapal laut.

Menyinggung pemberlakukan revisi tujuan-tujuan kapal, Rini bilang itu merupakan kebijakan tersendiri dari pihak pengelola KM Kendhaga Nusantara. “Saya juga kurang tau alasan mereka mengubah rute kapal,” ucapnya.

Walau terjadi perubahan rute oleh pihak KM Kendhaga Nusantara, pihak pelabuhan Tol Laut Tinombo masih tetap memberlakukan kebijakan biasa, terkait ketentuan berlabunya kapal. “Untuk durasi, kami masih tetap berlakukan sama, yakni satu bulan dua kali berlabuh. Terakhir kapal berlabuh hari Minggu, tanggal 3 Mei kemarin,” ungkapnya.

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.