Menyusul Aksi Pencegahan Covid-19, Desa Tingkulang Dirikan Posko

Salah satu giat relawan Covid-19 Desa Tingkulang, mengukur suhu tubuh warga, baik warga setempat maupun orang melintas di wilayah setempat. (F. Fadel/Berita Sulteng)

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com Langkah desa-desa lain di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulteng, dalam aksi mencegah penularan corona virus, kini disusul Desa Tingkulang, Kecamatan Tomini. Pekan lalu posko relawan penanggulangan Covid-19 didirikan di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sebagaimana tujuan negara, pendirian posko ini sebagai upaya antisipasi pandemi Covid-19,” demikian dikatakan Kades Tingkulang, Hi Hasan kepada Berita Sulteng pada Selasa, 5 Mei 2020.

Sesuai petunjuk Kemendes PDTT, posko Covid-19 di TIngkulang dianggarkan dari Dana Desa (DD). Disebut Hi Hasan, nilai uang diambil dari DD Tingkulang untuk penanggulangan Covid-19 sebesar 10 persen.

Dalam aksi memutus rantai penyebaran Covid-19, Relawan Desa Tingkulang bergerak berdasarkan pedoman penanggulangan Covid-19. “Tugas relawan desa ini, diantaranya, mencegah hingga menangani secara preventif, baik itu warga pendatang, pemudik maupun penduduk setempat,” ujar Hi Hasan.

Menyangkut tindakan pencegahan, relawan desa setempat juga telah melakukan penyemprotan desinfektan. “Sejak terbentuknya relawan Covid-19, sudah terlaksana gerakan mendata warga, terkhusus orang yang masuk ke Tingkulang,” ungkapnya. “Dan bagi siapa saja yang datang di desa kami (Tingkulang, red), semua diberlakukan sistem mengukur suhu tubuh,” ungkapnya.

Dalam aksi mencegah penularan corona virus, menurut Hi Hasan lagi, ia selalu mengingatkan warganya tetap fokus pada kesehatan. Sebab salah satu penunjang demi terhindar dari virus maut itu adalah kesehatan fisik. “Selain diimbau menjaga kesehatan, warga juga selalu diingatkan tentang social distancing atau menjaga jarak,” ujarnya.

Diuraikan Hi Hasan, betapa pentingnya menjaga jarak. Sebab, salah satu proses penularan corona virus, lewat kontak badan. “Apalagi kalau di kerumunan massa, itu yang paling bahaya. Jadi, seluruh arahan atau protokal penanggulangan Covid-19, bersifat wajib dipatuhi,” ucapnya.

Tidak lupa juga Hi Hasan menyebut kalau sosialisasi membudayakan cuci tangan pakai sabun turut dimaksimalkan. “Imbauan ini terus dilakukan agar warga selalu sadar dan menjaga desa kita dari paparan virus corona,” tutup Hi Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *