Perangkat Desa Dusunan Barat Mundur ‘Berjamaah’

  • Whatsapp

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com– Empat perangkat Desa Dusunan Barat, Kecamatan Tinombo, baru-baru ini mengundurkan diri secara serentak. Tidak main-main, dua dari empat perangkat desa yang mundur itu adalah Sekretaris Desa dan bendahara. Dua lainnya masing-masing kaur perencanaan dan kaur pemerintahan.

Bacaan Lainnya

Kades Dusunan Barat, Fatmawati, menyebut kalau tindakan undur diri oleh perangkatnya dipicu problem internal. “Mereka mengajukan pengunduran diri dan sudah saya terima surat pengunduran diri mereka. Hal ini sudah saya koordinasikan dengan Pemerintah Kecamatan Tinombo serta Dinas PMPD Kabupaten Parigi Moutong,” kata Fatmawati saat dikonfirmasi lewat telepon pada Kamis, 7 Mei 2020.

Kepada Berita Sulteng Fatmawati berujar, ‘konflik’ internal yang dimaksud adalah hubungan pekerjaan terkait pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa yang sedang berjalan.

Hengkangnya Sekdes bersama bendahara berdampak kosongnya dua posisi tersebut. Pun dengan dua kursi Kaur. Namun begitu, tidak berarti ‘kursi’ kosong itu berlarut tanpa ada yang duduki. Kades Fatmawati, sebagai pemegang kebijakan, sudah menyikapi. Katanya, ia sudah memikirkan opsi untuk mengatasi.

Tapi katanya, langkah mencari ganti perangkatnya, baru akan dilakukan pasca pengurusan administrasi untuk merealisasikan amanat Kemendes tentang BLT DD.

“Sekarang ini masih fokus dalam pendataan penerima pembagian BLT dampak Covid-19, serta pelunasan gaji aparat desa.

Dalam urusan di desa, Fatmawati dibantu perangkat desa yang tersisa, demi mengisi sementara kekosongan pasca ditinggalkan empat aparatnya. 

“Rencana dalam waktu dekat kami akan mengadakan perekrutan aparat desa baru. Perekrutannya tetap berpedoman pada aturan,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) PMD Kecamatan Tinombo, Zubaedah, membenarkan mundurnya empat aparat desa di Dusunan Barat. Pihak kecamatan saat ini sudah menyikapi, sekaligus menyarankan agar Kades secepatnya mangisi kekosongan ‘bangku’ aparat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *