Alasan Tiada KTP, Hawaria ‘Dibuang’ dari Peserta BLT DD

  • Whatsapp
Hawaria Ranua (F. Istimewah)

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com– Bantuan Langsung Tunai (BLT) sumber Dana Desa (DD) yang diharap menjangkau seluruh rakyat ekonomi lemah, sepertinya belum efektif. Masalahnya, masih ditemukan masyarakat layak menerima tapi tidak terporsikan. Produk Kemendes PDTT yang ‘sukses’ bikin warga kecewa itu terkonfirmasi dari Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Bacaan Lainnya

Hawaria Ranua nama warga kecewa kali ini. Perempuan yang dalam kesehariannya menjual pisang goreng, ‘dibuang’ dari peserta penerima BLT DD lantaran tidak melengkapi diri dengan Kartu Tanda Penduduk.

Pejabat sementara Kepala Desa Palasa Tangki, Sunarti, menyebut bahwa kebijakan menolak penduduk tanpa KTP dan KK setempat, merupakan ketentuan dan menjadi keputusan melalui rapat koordinasi bersama pihak kecamatan. Sebab itu, Sunarti tidak berani membijaksanai lansia berumur 65 tahun itu supaya bisa jadi peserta BLT DD. Dalih lain sehingga penjual pisang goreng tersebut tidak bisa menerima bantuan uang tunai dari program pemerintah, sebab masih mengantongi kartu identitas berdomisili Kabupaten Donggala

“Hasil rapat koordinasi dengan kecamatan, penerima BLT DD harus ber-KTP setempat, karena dalam format kriteria penerima akan dicantumkan nama serta alamat lengkap hingga Nomor Induk Keluarga (NIK),” ungkap Sunarti saat dikonfirmasi pekan kemarin.

Sunarti berujar kalau proses validasi penerima BLT DD di wilayahnya dinilai sudah sesuai prosedur. Katanya, penilaian itu terlihat dari proses verifikasi data penerima dari tingkat dusun, disusul validasi lewat Musdesus bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Validasi data dilakukan guna mencegah tumpang-tindih penerima. Sebab BLT DD tidak boleh diterima lagi bagi penerima PKH, BPNT, serta Bansos lainnya,” ungkapnya. “Khusus ibu Hawaria ini semata-mata karena beliau tidak punya identitas diri makanya kami tidak masukkan sebagai penerima BLT DD,” katanya.

Menyinggung kriteria Hawaria layak atau tidak jadi peserta BLT DD, menurut Sunarti, layak. Katanya, ia tau benar kondisi ibu Hawaria, layak dapat bantuan. Pun dalam status domisili, Sunarti juga tau kalau Hawaria tinggal di Desa Palasa Tangki.

“Saya sudah berusaha bahkan setelah dapat laporan keadaan ibu Hawaria itu dari Kadus. Saya cek kembali bersama aparat desa, memang ibu itu tidak punya identitas di Palasa Tangki, hanya KTP Donggala. Jadi terpaksa diputuskan tidak dapat BLT DD,” ucapnya.

Walau sudah memposisikan Hawaria diluar jangkauan BLT DD, Pjs Kades Palasa Tangki itu berujar tidak akan lepas tangan melihat kondisi warganya. Dia bilang bahwa akan mencoba memasukkan ibu Hawaria ke daftar penerima bantuan lainnya seperti bantuan sosial dari kementerian.

“Insya Allah akan saya usahakan, namun saya harus berkoordinasi dengan Camat Palasa,” ucap Sunarti.

Terkait itu, Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD), Fit Dewana, menganggap keliru adanya kebijakan menghapus calon penerima hanya dengan dalih tiada KTP setempat. Fit bilang, calon penerima BLT DD tidak harus memiliki KTP atau KK, cukup dipastikan yang bersangkutan adalah warga desa terkait. “Makanya penetapan penerima bantuan itu ditetapkan lewat Musdesus biar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Mantan Camat Moutong itu menyebutkan bahwa dalam format formulir penerima BLT DD diminta mencantumkan identitas diri penerima. Walau demikian, Pemdes hendaknya mengoptimalkan Musdesus, dan tidak kaku memahami petunjuk teknis. Fit menjelaskan, salah satu tujuan penyelenggaraan Musdesus yakni tentang hal-hal seperti yang terjadi di Desa Palasa Tangki. Dalam Musdesus, menurut Fit, membahas tentang keterkaitan domisili warga. “Itulah gunanya Musdes, sehingga hal-hal yang tidak tertuang dalam Juknis bisa diputuskan lewat Musdes. Kalau semua keputusan diambil berdasarkan Juknis, mungkin kami tidak merekomendasikan untuk Musdes lagi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *