Pedagang Masuk Parimo Wajib Rapid Test, Biayanya Rp350 Ribu

  • Whatsapp
Syarifudin, KUPTD Puskesmas Kasimbar

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com– Dampak dari Pandemi Covid-19 mengakibatkan seluruh daerah memperketat pemeriksaan warga yang keluar masuk wilayahnya. Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, salah satu daerah yang makin memperketat pengawasannya terhadap kesehatan manusia.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

18 Mei 2020 mendatang, setiap pedagang yang masuk wilayah itu wajib menunjukkan keterangan sehat atau hasil rapid test. Kebijakan ini dikemukakan kepala UPTD Puskesmas Kasimbar, Syaifudin, saat dihubungi Berita Sulteng pada Rabu, 12 Mei 2020.

Syaifudin bilang, aturan tersebut berlaku bagi pedagang yang berasal dari zona terpapar virus corona. Pemeriksaan itu menurutnya akan dilakukan di setiap batas Kabupaten Parimo. Kepada yang tidak dapat menunjukkan hasil rapid test maka akan diminta putar balik.

Hal itu dilakukan menurut Syaifudin, guna mengantisipasi banyaknya pedagang yang bolak balik dari Kota Palu dan wilayah lain datang berjualan di Kabupaten Parimo, apalagi di Kecamatan Kasimbar.

“Sedangkan warga Parimo yang datang dari daerah luar disuruh isolasi mandiri selama 14 hari. Jadi bagi pedagang dari luar yang tidak menetap kami terapkan ketentuan wajib punya hasil rapid test,” ujarnya.

Ia menuturkan, ketentua tersebut sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo, dan sudah diumumkan ke masyarakat. “Jadi ini bukan untuk membatasi aktivitas pedagang tapi mencegah hal yang tak diinginkan. Apalagi pedagang ini banyak kontak dengan masyarakat,” ujarnya.

Syaifudin menambahkan bagi pedagang yang sudah terlanjur melintas di perbatasan namun tak memiliki keterangan rapid test akan diarahkan ke Puskesmas wilayah Kasimbar untuk mendapatkan pemeriksaan rapid test dan dibebankan biaya sebesar Rp350 ribu.

“Ini agar dipahami jadi kenapa kami suruh bayar karena yang kami gunakan untuk rapid test bagi pedagang yang memeriksa di Puskesmas Kasimbar, itu adalah alat pengadaan Puskesmas secara mandiri bukan alat bantuan. Kalau alat rapid test yang bantuan itu diperuntukkan bagi pasien yang terkonfirmasi ODP atau PDP, ” paparnya.

Saat ini menurut Syaifudin, UPTD Puskesmas Kasimbar telah mempunyai 25 unit alat rapid test dan siap digunakan jika ada pedagang yang melintas wilayah Parimo ingin mendapatkan keterangan hasil rapid tes. “Saya tidak tahu apakah di Puskesmas lain punya pengadaan alat rapid test yang sama atau tidak,” ucapnya.

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *