Tiada Regulasi, Kebijakan Rapid Test Masuk Parimo Dibatalkan

  • Whatsapp
Pengumuman kebijakan rapid test yang dibatalkan sebab tanpa didasari regulasi. (F. ist/ils)

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, beritasulteng.com– Rencana pemberlakuan kebijakan rapid test kepada seluruh pedagang yang masuk di Parigi Moutong, Sulteng, akhirnya tidak jadi. Kepala UPTD Puskesmas Kasimbar, Syaifudin, pada Kamis, 14 Mei, menyampaikan informasi pembatalan terhadap wacanan tersebut.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Kepada Berita Sulteng, Syaifudin berujar bahwa tiada regulasi untuk memberlakukan kebijakan rapid test terhadap pedagang masuk Parimo. Pembatalan itu katanya berkat arahan kepala dinas kesehatan Parigi Moutong.

“Suatu kebijakan itu harus ada regulasi karena ini menyangkut banyak pihak. Apalagi ada polemik di masyarakat karena menunjukkan angka biaya rapid test dan Puskesmas. Maka tadi, Kamis, 14 Mei lewat arahannya Kadis kesehatan bilang kebijakan ini untuk sementara dicabut dulu, sambil menunggu regulasi dan instruksi pimpinan selanjutnya,” ujar Syaifudin.

Dia bilang, karena dibatalkan maka kebijakan wajib menunjukkan hasil rapid test oleh pedagang masuk Parimo, tidak akan berlaku lagi. “Mulai tanggal 18 mendatang bagi pedagang masuk Parimo tidak akan berlaku dan hanya akan diperiksa seperti biasa di setiap pos perbatasan. Bagi pelintas keluar masuk Parimo hanya akan dicek suhu tubuh dan sebagainya,” ungkap Syaifudin.

18 Mei 2020 mendatang, setiap pedagang yang masuk wilayah itu wajib menunjukkan keterangan sehat atau hasil rapid test. Kebijakan ini dkemukakan kepala UPTD Puskesmas Kasimbar, Syaifudin, saat dihubungi Berita Sulteng pada Rabu, 12 Mei 2020.

Tidak tanggung-tanggung, biaya rapid test itu mencapai Rp350 ribu.

Baca Berita Sebelumnya: Pedagang Masuk Parimo Wajib Rapid Test, Biayanya Rp350 Ribu

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *