Lima Hari Menyisir, Tim SAR Gabungan Gagal Dalam Pencarian

  • Whatsapp

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Hari Sabtu, 16 Mei 2020, tim SAR gabungan di Kabupaten Parigi Moutong memutuskan mengakhiri pencarian korban diduga hilang di sungai Dusun Murtisari, Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi. Meski dalam proses pencarian tidak membuahkan hasil.

Bacaan Lainnya

Keputusan menutup upaya mencari warga bernama I Made Kembul, ini disampaikan Adiansyah, Komandan Pos Rescue Basarnas Parimo.

Kepada Berita Sulteng, Adiansyah bilang, pencarian terhadap I Made Kembul sudah berlangsung lima hari, atau sejak 12 Mei. Keputusan mengakhiri pencarian terhadap pria berusia 60 tahun itu menurut Adiansyah, sebab dalam proses penyisiran tidak menemukan dukungan petunjuk.

Di waktu mencari korban, menurut Adiansyah, gabungan tim SAR melibatkan Basarnas, TNI AL, Polsek Sausu, Polairud Lebo, SAR Songulara Parimo, BPBD serta Masyarakat setempat.

Menyangkut keputusan menutup proses evakuasi, dibilang Adiansyah bukan berarti tim SAR lari dari kewajiban. “Kalau nanti ada kabar bahwa ada petunjuk atau tanda tentang korban diduga hilang, tim SAR akan kembali mencari hingga mengevakuasi korban,” ucapnya.

Menyinggung kendala lapangan, Adiansyah ‘menyalahkan’ kondisi alam. “Air laut ombaknya besar, dan angin kencang, sehingga kami sedikit terhalau,” katanya.

Sekadar diketahui, I Made Kembul dikabarkan hilang ketika mau melihat bubu (alat penangkap ikan tradisional), di aliran sungai Dusun Murtisari, pada 12 Mei lalu.

Informasi diperoleh dari tim SAR melalui Adiansyah, sebelum dinyatakan hilang, I Made Kembul bersama istri menuju sawah, tujuannya mencari kangkung untuk pakan babi. Sekaligus mengecek air di sawah mereka, sekitar jam 9 pagi.

Awalnya, sebelum ke sungai, Ni Made Nyelem, katanya sudah melarang suaminya (I Made Kembul, red), tapi korban tetap memaksa. Dari situ mereka berdua tetap pergi ke tempat bubu dipasang. Sesampainya di sungai, I Made Kembul meminta Ni Made Nyelem untuk mengambil air minum di pondok sawah, tidak jauh dari tepi sungai.

“Ketika istrinya kembali dari mengambil air, I Made Kembul sudah tidak ada di tepi sungai. Ni Made Nyelem hanya menemukan pakaian suaminya,” tutur Adiansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *