PKBSI Minta Masyarakat Bantu Program Donasi Food for Animal

Petugas menyemprotkan dIsinfektan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Sumber: Berita Satu

JAKARTA, Berita SultengDemi menghindari penyebaran virus corona, banyak tempat keramaian ditutup. Salah satu pusat kunjungan masyarakat yang ditutup gara-gara Covid-19 ini adalah kebun binatang. Banyak dampak dari penutupan tersebut.

Bacaan Lainnya

Dilansir Beritasatu.com, Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah mengatakan, walau ditutup, satwa di lembaga konservasi (LK) seperti kebun binatang, taman satwa dan Taman Safari tetap dipelihara sebagaimana layaknya. Pemberian pakan dan pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan untuk menjamin kesejahteraan satwa di LK.

Penutupan ini cukup berdampak bagi pengelola LK. Apalagi selama ini LK mengandalkan biaya pengelolaan satwa dan karyawan dari tiket masuk pengunjung. Ia berharap pandemi ini tidak berkepanjangan karena sebagian LK hanya mampu bertahan hingga Juli 2020.

Untuk itu, Rahmat masih sangat mengharapkan perhatian dan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membantu LK, sebagaimana yang telah dilakukan pada saat ini.

Selain memohon dukungan dan bantuan pemerintah, Rahmat juga berinisiatif mengajak masyarakat luas untuk ikut peduli satwa di LK dengan membantu program donasi food for animal. Seluruh hasilnya akan disalurkan kepada LK yang benar- benar membutuhkan pembiayaan pakan satwa dan obat-obatan selama masa pandemik Covid-19 ini.

“Tentu kami akan mempertanggungjawabkan seluruh donasi masyarakat secara transparan. Termasuk menyeleksi LK yang sangat membutuhkan bantuan. Baik selama masa pandemi maupun masa recovery pasca pandemi ini,” ungkapnya, Jumat 15 Mei 2020, sebagiaman dilansir Berita Satu.

Penutupan seluruh LK di Indonesia bagi pengunjung sebagai dampak penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah yang bertujuan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19. Hal ini telah memunculkan isu satwa kelaparan akibat kehabisan pakan sebagai dampak tidak adanya pemasukan di LK.

Faktanya, meksipun telah ditutup, pemeliharaan terhadap satwa di LK tetap dilakukan. Mulai dari pemberian pakan, pemeriksaan kesehatan, hingga menjaga kebersihan lingkungannya.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, termasuk di LK. Oleh karena itu seluruh LK di Indonesia telah menutup kegiatan operasionalnya sejak Maret 2020,” kata Rahmat.

Namun selama penutupan, para penjaga satwa masih tetap bekerja seperti biasa merawat satwa. Begitu pula dokter hewan tetap melakukan pemeriksaan kesehatan satwa untuk menjamin kesejahteraannya.

Di tengah keterbatasan anggaran dan bahan baku pakan, saat ini telah diterapkan metode allometric scalling dalam pemberian pakan dengan menghitung kebutuhan nutrisi setiap individu satwa. Beberapa pakan diganti jenisnya dengan nutrisi yang tetap sama.

Betapapun beratnya beban, setiap LK senantiasa berkomitmen dan memiliki tanggung jawab yang besar. Apalagi LK anggota PKBSI banyak menerima titipan satwa dilindungi, seperti jenis burung kakatua, buaya, kura-kura, serta berbagai jenis satwa lainnya. Ada yang jumlahnya beberapa ekor, ada pula yang hingga puluhan. Bahkan untuk jenis satwa tertentu, bisa mencapai ratusan hingga ribuan jumlahnya.

Link Artikel Terbitan BERITA SATU, judul: Tutup Sejak Maret, Sebagian Kebun Binatang Hanya Mampu Bertahan hingga Juli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *