Dari Mogok Kerja Hingga Menuntut Lima Perkara, ini Surat Terbuka untuk RSUD Raja Tombolotutu

  • Whatsapp
Surat terbuka yang dibuat para pengabdi di RSUD Raja Tombolotutu Tinombo, Parigi Moutong. (F. Istimewah)

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Managemen RSUD Raja Tombolotutu Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini berada di posisi ‘kacau’. Deretan persoalan di RS tersebut di antaranya, pemotongan pagu dari Dana Alokasi Khusus (DAU) sebanyak 55 persen, serta terungkap kalau RS tersebut masuk daftar hitam Kementerian Kesehatan.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Belum tuntas dengan dua persoalan, hari Jumat, 6 Juni 2020, manajemen RSUD Raja Tombolotutu dibikin ‘galau’ lagi dengan masalah mogok kerja oleh seluruh tenaga kontrak dan honorer. Bahkan, melalui aksi mogok kerja sejak kemarin, para pengabdi dari RS andalannya Bupati Parigi Moutong ini, membuat surat terbuka tujuan direktur RS.

Kopian surat terbuka yang diterima redaksi Berita Sulteng, Jumat malam, berupa pernyataan sikap yang ditandatangani lebih dari seratus orang pengabdi. Bahkan di surat itu memperkarakan lima hal.

Gugatan para pekerja yang termuat dalam surat tertanggal 5 Juni. Poin pertama menuntut pembayaran jasa medis. Dalam permintaan membayar jasa medis di poin (a) mengurai tentang pembayaran BPJS tahun 2016 bulan Oktober-Desember, 2017 bulan Mei-Desember, 2018 bulan April-Desember, 2019 Januari-Desember, dan untuk tahun 2020 bulan Januari sampai sekarang. Kemudian untuk poin (b), mempersoalkan Jampersal tahun 2019 selama Januari, Februari, Juni, Juli dan Agustus.

Dalam poin dua, menagih komitmen RSUD Raja Tombolotutu terkait pembayaran honor tenaga kontrak dan honorer sejak dan tenaga kontrak bulan Juli-Desember 2020.

Untuk poin tiga, para pekerja meminta manajemen RSUD Raja Tombolotutu agar tidak lagi memutus kontrak kerja secara sepihak terhadap pengabdi. Tertulis, stop PHK terhadap tenaga honorer dan kontrak di RSUD Raja Tombolotutu. Dan pada poin empat tertulis, tidak setuju gaji bela negara dibebankan kepada tenaga honorer RSUD Raja Tombolotutu.

Sedangkan di poin lima, pekerja meminta direktur RSUD Raja Tombolotutu untuk mundur dari jabatannya, jika tidak bisa memenuhi semua tuntutan para tenaga medis.

Seorang tenaga medis RSUD Raja Tombolotutu mengatakan, aksi mogok kerja akan berlangsung hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh manajemen RSUD Raja Tombolotutu. “Kami sudah cukup sabar selama ini dengan keadaan begini, makanya kami menuntut hak kami dengan cara ini,” ujar sumber yang namanya tidak disebutkan.

Akibat aksi mogok kerja yang dilakukan seluruh tenaga kontrak hingga tenaga hororer sejak Jumat, yang terpantau aktif bekerja hanya sejumlah abdi yang statusnya sudah PNS.

Hingga berita ini dipublis, Direktur RSUD Raja Tombolotutu belum berhasil dikonfirmasi.

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.

1 Komentar