Klarifikasi Berbelit, Warga: Bukan Soal Data, Tapi Tentang Orang yang Corona

  • Whatsapp
Screenshot website Pemkab Parigi Moutong, parigimoutongkab.go.id

Penulis: Andi Sadam

Parimo, Berita Sulteng– Viralnya satu orang terkonfirmasi positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih jadi topik kongko-kongko serius oleh penduduk setempat. Dan yang bikin paling menarik lagi, urusan kabar corona virus itu diklarifikasi pemerintah dengan versi administrasi. Rilis klarifikasi pemerintah bukan justru jadi ‘obat’ penenang, tapi malah memancing reaksi lain di publik. Karena pemerintah terkesan spesifik mempersoalkan data, mengenyampingkan sikap menanggapi keresahan di masyarakat.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Keinginan sejumlah penduduk Kabupaten Parimo, pemerintah harus responsif menyikapi reaksi massa yang mulai resah, bukan justru menyiarkan informasi data yang bikin tambah pusing masyarakatnya. “Lewat pemberitaan, pemerintah bilang kalau di Parimo masih nol Covid-19. Tapi ujung-ujungnya membernarkan kalau ada yang kena corona dari Parimo. Lucu saya rasa setelah baca berita klarifikasi pemerintah yang bicara soal data Covid-19,” ucap Syarif M.R lewat sambungan telepon saat menghubungi wartawan Berita Sulteng, Ahad, 7 Juni 2020, pukul 19.30 petang, waktu setempat.

Disampaikan Syarif, sejatinya pemerintah lebih memaparkan soal apa yang akan dilakukan terhadap penduduk di kabupaten ini dalam menyikapi kondisi terjadi. Dan harusnya juga pemerintah mengeluarkan imbauan resmi yang bersifat edukasi serta menenangkan. “Bukan malah bilang kalau di Parimo tiada yang corona. Padahal ada, hanya persoalan domisili sehingga dibilang tiada. Aneh saya rasa,” kata Syarif—warga yang berdomisili di wilayah Parigi Barat.

Syarif bilang, ia dapat info bahwa ada orang di Parimo terinfeksi corona virus, dari akun facebook, dan pemberitaan media. “Di waktu saya dapat info, saya langsung hubungi teman-teman untuk mencari tau kebenaran. Dan ternyata banyak yang bilang benar. Eh, tidak lama dari situ ada lagi info kalau pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan bahwa di Parimo tiada orang corona. Siapa yang tidak mo bingung, coba,” tutur Syarif. Yang kembali menegaskan kalau cara klarifikasi pemerintah tersebut sempat membuatnya gagal paham. “Penjelasan dari berita terbitan website Pemkab itu saya nilai berbelit,” sambung Syarif.

Harapannya, melalui gugus tugas Covid-19 Kabupaten Parimo, pemerintah harus lebih memahami teori komunikasi dengan masyarakat, sehingga peristiwa salah memahami oleh warga, terminimalisir. “Karena tidak semua masyarakat mudah paham. Budaya menerima informasi dari mulut ke mulut atau informasi sepotong-sepotong, masih jadi kebiasaan di level tertentu di masyarakat. Saya pikir pemerintah paham sekali apa yang saya maksud, apalgi yang membidangi hubungan dengan masyarakat,” ujar Syarif, yang di awal percakapannya dengan Berita Sulteng, menyebutkan bahwa informasi tentang ada yang terinfeksi corona virus di Parimo jadi bahan debat banyak orang.

Sebelumnya, Berita Sulteng melansir artikel berjudul “Viral, Kabar Orang Kena Corona di Parigi”. Lewat tautan tersebut tertulis bahwa pemerintah kabupaten merilis berita yang kesannya mengklarifikasi informasi tentang warga terinfeksi Covid-19. Siaran informasi resmi Pemkab Parimo itu melalui website parigimoutongkab.go.id.

Rilis info resmi portal plat merah itu dibuat berupa karya jurnalis yang menyisip nama “Rudi Martisandi” sebagai penulis. Judul beritanya “Irwan: Hingga Saat ini, Parigi Moutong Masih Nol Covid-19”. Padahal dalam berita tersebut terurai pengakuan membenarkan adanya satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya saja secara administrasi korban infeksi corona virus itu tidak termasuk dari bagian pengisi data Tim Gugus Tugas di kabupaten yang dinahkodai Samsurizal Tombolotutu.*

Pos terkait

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.