Bayar Insentif Petugas Covid-19: Sekda Parimo Beri Janji, Belum Bukti

Rapat bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong,pada Senin, 8 Juni 2020. (F. Moh Aksa/Berita Sulteng)

Penulis: Moh Aksa | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Berbeda dengan slogan Bupati-Wakil Bupati Parigi Moutong, Sulteng, semasa kampanye saat tiga tahun lalu. Slogan pasangan Samsurizal Tombolotutu-Badrun Nggai (SABAR) waktu itu adalah “Bukan Janji, Tapi Bukti.”

Bacaan Lainnya

Meski pasangan dua periode itu mengusung tagline tersebut, ‘tidak’ berlaku pada realisasi pembayaran insentif tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanggulangan Covid-19.

Melalui Sekretaris Daerah setempat, barisan medis yang telah bekerja sejak dibentuk Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten, kini masih diberi janji, belum bukti.

Janji Sekda Parimo, Ardi Kadir, terucap dalam rapat bersama komisi IV DPRD Parimo pada 8 Juni 2020. Ungkapan janji Ardi Kadir itu menanggapi aspirasi tenaga medis yang tersampaikan melalui komisi IV.

Ketua Komisi IV DPRD Parimo, Fery Budiutomo, berujar bahwa tenaga kesehatan penanggulangan Covid-19 yang bertugas di sejumlah posko perbatasan kabupaten, sampai saat ini belum terbayarkan.

Penyampaian amanah petugas kesehatan yang sudah capek-capek bertugas dalam penanggulangan Covid-19, menurut Fery sudah direncanakan sejak beberapa pekan lalu. Laporan tersebut diterima melalui pesan singkat dari banyak tenaga kesehatan, umumnya yang bertugas di perbatasan.

“Mereka mengeluh tentang insentif yang belum terbayarkan. Padahal dari beberapa tim tenaga Covid-19 yang ditugaskan di perbatasan sudah dibayar,” kata Fery.

Sehingga melalui agenda tersebut Fery berharap keseriusan Pemerintah Kabupaten Parimo dalam menyikapi, kemudian direalisasikan. Sekaligus Fery minta kepastian waktu untuk menyelesaikan persoalan itu.

“Tadi malam lagi ada yang mengerim pesan melalui whatsapp. Sehingga mereka bertanya ke saya, karena saya di Komisi IV. Jadi, tolong beri kepastian terkait penyelesaian insentif ini,” ujar Fery.

Menanggapi aspirasi itu, Sekda Parimo, Ardi Kadir mengatakan penyelesaian pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan di pos-pos perbatasan sudah dirapatkan. Dalam waktu dekat ini akan direalisasikan hak petugas kesehatan terkait.

“Saya mendapat informasi bahwa kemarin telah dirapatkan dan dalam waktu singkat, satu dua hari ini, akan direalisasikan,” janji Ardi Kadir.

Dia bilang, keterlambatan pembayaran hak tenagak kesehatan gara-gara adminitrasi. Sebab, SOP yang dipakai dinilai kacau. Karena anggaran terbatas, Ardi Kadir takut kalau dampaknya bikin ‘rempong’, apalagi sampai ada yang menuntut.

“Ini terhambat adminitrasi, karena SOP pernah banyak dan pernah sedikit. Kwatirnya dengan uang terbatas begitu kita lepas, ternyata masih ada yang belum terbayarkan,” ucap Ardi Kadir.

Menyinggung keberadaan uang untuk membayar insentif, katanya Ardi Kadir, sudah ada di rekening BTT BPBD Parimo. Tinggal menunggu perampungan nama-nama petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *