Akses Masuk Desa Palasa Tangki Dipalang

Akses masuk ke Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Parigi Moutong yang dipalangi dua batang bambu. (F. Ist)

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Pasca kabar tentang seorang warga diisukan positif Covid-19, menambah kewaspadaan di Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng. Cukup tegas gerakan pencegahan yang dimotori aparat desa setempat, yaitu dengan cara menyilangkan dua batang bambu di jalan masuk ke desa.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Aksi main palang jalan di perbatasan desa dilakukan demi memperketat dan memudahkan pengawasan terhadap lalu lintas keluar masuk. Setiap warga yang masuk Desa Palasa Tangki wajib diperiksa.

Pj Kades Palasa Tangki, Sunarti, mengungkap kalau penjagaan di batas desa itu awalnya bertujuan menindaklanjuti laporan bahwa ada warga dari desa lain yang diduga terpapar Covid-19, datang di rumah keluarganya di Palasa Tangki dan menginap semalam. Tapi, setelah di rapid test terhadap oknum tamu terlapor, hasil negative.

Tidak cukup hanya rapid test, orang itu juga ‘digiring’ ke Parigi demi uji swab. Hal ini disampaikan Sunarti via gawai pada Senin, 8 Juni 2020.

Berawal dari peristiwa kedatang tamu, kini Pemdes Palasa Tangki berinisiatif menjaga perbatasan desa, guna mendeteksi orang baru masuk. “Kita mencegah jangan sampai kecolongan,” ujarnya.

Sunarti bilang kalau penjagaan di perbatasan itu bukan berarti melarang kunjungan. Hanya saja sebelum masuk, perlu diperiksa dan didata, sekaligus untuk mengetahui tentang maksud dan tujuan kedatangan. “Kebijakan ini sebagai antisipasi,” katanya.

Pemasangan palang di batas Desa Palasa Tangki sudah berlangsung sejak Ahad, 7 Juni 2020. Rencananya, aksi itu akan terus berjalan hingga status pandemi Covid-19 tamat. “Tim yang berjaga adalah relawan gugus tugas Covid-19 Desa Palasa Tangki,” ungkapnya.

Camat Palasa, Baharuddin yang ditemui di kantornya, mengapresiasi langkah Pemdes Palasa Tangki menjaga dan melakukan pemeriksaan warga di akses masuk. Menurutnya, hal itu guna menghindari penyebaran virus corona di Kecamatan Palasa.

“Saya minta semua aparat desa melakukan upaya sekecil apa pun, agar jangan sampai kecolongan. Semoga wilayah Palasa terhindar dari virus itu,” harapnya.*

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *