Pedagang dari Tiga Kecamatan ini Dilarang Jualan di Sidoan

  • Whatsapp
surat edaran bernomor 511-2/091/Sie.Pem yang ditujukan kepada Kepala Pasar Sidoan. (F. Istimewah)

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Pasca terkabar satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kabupaten Parigi Moutong, beberapa kecamatan kini mulai melakukan tindakan proteksi dini. Salah satunya Kecamatan Sidoan.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Pemerintah di wilayah tersebut sudah memberlakukan pelarangan aktifitas perdagangan di pasar Sidoan bagi pedagang berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tinombo Selatan, Kecamatan Kasimbar, dan Kecamatan Toribulu.

Pelarangan tersebut termuat dalam surat edaran bernomor 511-2/091/Sie.Pem yang ditujukan kepada Kepala Pasar Sidoan.

Dalam surat yang ditandatangani Camat Sidoan, Mukmin Muharram, dinyatakan agar Kepala Pasar melarang pedagang berasal dari tiga kecamatan, untuk sementara waktu tidak melakukan aktifitas perdagangan di Kecamatan Sidoan (Pasar Sidoan).

Pelarangan tersebut berlaku mulai Rabu, 10 Juni 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Adapun poin kedua dalam surat tersebut menyatakan agar kepala Pasar menginstruksikan pedagang berasal dari Kecamatan Sidoan agar selalu menaati protokol kesehatan yaitu hidup bersih dan sehat dengan cara menggunakan masker, rutin cuci tangan, serta menjaga jarak antara satu sama lainnya.

Camat Sidoan, Mukmin Muharram yang ditanya-tanya Berita Sulteng lewat sambungan telepon membenarkan surat edaran itu. Katanya, hal tersebut berdasarkan hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta Koordinator Covid-19 Kecamatan Sidoan, dan Kepala Puskesmas Sidoan.

“Kita ambil langkah itu bertujuan mencegah penyebaran Covid-19, ­karena kita ketahui, inisial J yang sekarang positif Covid-19 itu berasal dari Desa Tada Selatan, Kecamatan Tinombo Selatan. “Dikhawatirkan jangan sampai dia (J) ada kontak dengan pedagang di sana. Ini kita punya perkiraan. Oleh karena itu pedagang dari tiga kecamatan itu sementara waktu kita tutup aksesnya untuk menjual di Pasar Sidoan,” ujar Mukmin, Selasa, 9 Juni 2020.

Mukmin menegaskan pelarangan tersebut diambil untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada warga Kecamatan Sidoan dan juga kedepannya akan dievaluasi dengan melihat perkembangan.

“Kalau Rabu depan kita lihat sudah aman maka kita akan buka akses. Saya sudah laporkan juga itu ke Wabup Parimo atas tindakan ini, tujuannya untuk memberikan kepastian kesehatan kepada warga Kecamatan Sidoan,” katanya.

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.