Di Parigi Moutong ada 47 Desa Masuk Penanganan Stunting

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Penurunan angka kasus kekerdilan anak jadi salah satu perhatian khusus pemerintah pusat. Kabupaten Parigi Moutong adalah salah satu daerah yang diberi tugas terhadap penanganan berupa pemenuhan gizi agar tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.

Bacaan Lainnya

Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah tersebut akan menyesuaikan program perencanaan guna mendukung upaya menurunkan angka stunting. Masing-masing instansi, diberi tugas menjalankan dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik, tergantung perencanaan tiap-tiap OPD. Hal itu diungkapkan kepala Bappelitbangda Kabupaten Parimo, Zulfinasran, pada Rabu, 10 juni 2020.

Mantan Kadis Pekerjaan Umum kabupaten tersebut menjelaskan, kegiatan rembuk stunting yang sudah dilakukan beberapa hari lalu secara virtual, seluruh pihak di Kabupaten Parigi Moutong bersepakat untuk tetap melakukan penanganan stunting. “Namun, tetap memperhatikan protokol Covid-19,” kata Zulfinasran yang ditemua Berita Sulteng di ruang kerjanya.

Pada tahun ini, di Kabupaten Parimo, tercatat 47 desa dari 11 kecamatan yang akan di intervensi dengan sejumlah program penanganan stunting dari masing-masing OPD. “Itu merupakan prioritas pencegahan dan penanganan di 2020 ini,” ujar Zulfinasran.

11 kecamatan itu masing-masing, Moutong, Bolano Lambunu, Ongka Malino, Tomini, Tinombo, Tinombo Selatan, Ampibabo, Siniu, Parigi Tengah, Parigi Selatan dan Torue.

Untuk tahun depan (2021), Zulfinasran bilang, lokus penanganan stunting akan terpusat pada 36 desa di Parimo. Seluruh OPD bisa secara bersama terlibat dan mendukung aksi penanganan stunting, termasuk pemerintah desa dan kelurahan serta pihak swasta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *