Jangan Dimakan! Tentang Ikan Kakatua Viral di Media Sosial

  • Whatsapp
Ikan Kakatua yang disebut setiap harinya mengunyah karang. (©Barry Fackler, Flickr)

Editor: Andi Sadam

TENTANG ikan Kakatua, belakangan ini viral di beranda-beranda media sosial, baik  facebook, instagram, twitter dan sebagainya. Bukan tanpa sebab sehingga ikan yang hidupnya mengandalkan karang itu mendadak tenar.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Hampir rata-rata akun pengguna Medsos merilis artikel yang diambil dari ocean.si.edu, berjudul “Tough Teeth and Parrotfish Poop”, by Ashely Gallagher. Di website tersebut melansir tulisan berbahasa Inggris. Tapi, ketika beredar di Indonesia artikelnya telah berbahasa Indonesia melalui penerjemahan dan pengeditan artikel dan foto @David E Conolly serta penambahan informasi dari website Smithsonian National Museum of Natural History oleh Melissa A Situmorang. Berikut artikelnya:

Ikan Kakatua memakan alga dan terumbu karang yang mati. Setiap hari mereka menghabiskan 90 persen waktu mereka untuk mengunyah atau makan. Mereka (ikan Kakatua) membersihkan terumbu karang yang hidup dengan memakan alga yang menghambat pertumbuhan terumbu karang. Terumbu karang yang dibersihkan dari alga akan lebih kuat bertahan hidup menghadapi perubahan suhu air, polusi dan kondisi air yang keruh.

Setelah ikan Kakatua makan, mereka akan mengeluarkan kotoran berupa pasir putih halus yang banyak sekali. 

Setiap ekor ikan Kakatua dewasa akan mengeluarkan kotoran berupa pasir putih halus sebanyak 450 kilogram setiap tahun. Jadi semakin banyak dan lama ikan ini hidup, jumlah pasir putih yang dihasilkan akan semakin banyak.

Pantai berpasir putih yang cantik dengan populasi terumbu karang yang indah merupakan hasil kerja ikan Kakatua.

Ikan kakatua merupakan ikan herbivora yang jumlahnya sangat sedikit di alam. Jika ikan Kakatua ini terus diburu, maka jumlah alga akan semakin banyak di laut sehingga kondisi terumbu karang tidak sehat. Hal ini selain mematikan ekosistem dan membuat laut tidak indah. Sehingga laut tidak akan indah untuk diselami atau dinikmati saat wisata snorkeling.

Dimana banyak populasi ikan Kakatua, maka selain laut indah, ikan-ikan jenis lain akan semakin banyak tinggal di terumbu karang yang sehat sehingga bagus untuk mata pencaharian Nelayan.

Di akhir artikel edukatif ini tersisip pesan ajakan kepada seluruh pengguna Medsos agar membagikannya. Dan kepada pembaca pengguna Medsos juga diajak untuk menyampaikan langsung kepada nelayan yang dikenali tentang pesan dari tulisan tersebut. Bahkan melalui postingan-postingan yang kini viral, turut memuat imbauan supaya tidak memakan dan membeli ikan Kakatua bila ditemukan di pasar atau bahkan di supermarket.

“Silakan bagikan artikel ini untuk memberi tahu banyak orang,” demikian ajakan tertuang melalui postingan-postingan pengguna Medsos. *

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.