Penetapan Penerima BLTDes Kayuboko Baru Rampung, Lambat Gara-gara Camat

  • Whatsapp
Musdesus Desa Kayuboko yang digelar pada Sabtu malam, 13 Juni 2020. Musyawarah ini melahirkan 134 KK penerima BLTDes. (F. Yoel)

Penulis: Yoel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng Penetapan penerima Bantuan Langsung Tunai, sumber Dana Desa, di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melalui proses panjang. Penetapan masyarakat penerima bantuan itu baru terlaksana melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Sabtu, 13 Juni 2020.

Bacaan Lainnya

Baru rampungnya penetapan penerima itu lantaran menunggu terbentuknya Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) setempat, setelah sebelumnya proses pemilihan yang sempat dilaksanakan tiga kali.

Pantauan media ini, musyawarah penetapan penerima BLTDes dilaksanakan secara terbuka dan transparan itu, Pemdes Kayuboko bersama tokoh masyarakat dan sejumlah warga menyepakati 134 KK layak terima BLTDes.

Kepala Desa Kayubuko, Rahmat menuturkan, data yang dipaparkan Pemdes Kayuboko dalam rapat merupakan hasil penjaringan oleh tim relawan Covid-19 Desa Kayuboko.

“Data penerima ini diluar dari penerima Bantuan Sosial Tunai sebanyak 235 KK, PKH 103 KK, BPNT 13 KK, serta kartu prasejahtera 127 KK,” ujar Rahmat usai menggelar rapat yang dihadiri 70-an masyarakat, menurut daftar hadir.

Dia menuturkan, 30 persen anggaran DD Kayuboko dialokasi untuk 134 warga penerima BLTDes terhitung sejak bulan April hingga Juni. Sesuai ketentuan terkait BLTDes. “Perbulan 600 ribu rupiah setiap KK, tanpa potongan,” ungkapnya.

Sementara itu, Hery Susanto yang baru saja dimandatkan sebagai ketua BPD terpilih, mengapresiasi kinerja Pemdes Kayuboko dalam percepatan proses penetapan, hingga rencana penyaluran.

Sekadar diketahui, adanya penolakan dari Camat Parigi Barat terhadap hasil pemilihan BPD Desa Kayuboko, yang memaksa Pemdes harus melaksanakan pemilihan hingga tiga kali. Padahal, menurut Sekretaris Desa Kayuboko, Moh Fandi Harunja, tahapan pemilihan oleh panitia penyelenggara pemilihan berdasarkan amanat undang-undang.

“Kami juga tidak mengerti, tapi sebagai perpanjangan tangan dari pemimpin daerah ini untuk mengawas kinerja desa, kami tetap menyahuti permintaan camat untuk melaksanakan pemilihan kembali (Pemilihan ketiga),” ujarnya.

Sebelumnya kata dia, Desa Kayuboko telah melakukan pemilihan sebanyak dua kali, dengan dua metode pemilihan, yaitu pemilih merupakan perwakilan dari setiap dusun dan pemilihan secara musyawarah dengan melibatkan tokoh masyarakat saja.

Namun lanjutnya, hasil dari pemilihan tersebut tidak mendapat persetujuan dari Camat Parigi Barat. “Yang kami laksanakan sudah sesuai aturan, saat pandemi ini kami tidak mungkin melakukan proses pemilihan selayaknya pesta demokrasi Pilpres atau Pilkada,” ungkapnya.

Sementara kata Fandi—sapaan akrab Sekdes Kayuboko, adanya dokumen berupa rekomendasi dari BPD menjadi syarat administrasi dalam pencairan anggaran DD untuk penyaluran BLTDesa.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil koordinasi, kami telah melaksanakan pemilihan kembali. Mungkin ini belum sesuai dengan keinginan sejumlah kalangan. Tapi Insyaallah BLTDes sudah selesai tersalurkan dalam waktu dekat,” tandasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *