134 KK di Kayuboko Terima Uang Dampak Covid, Kades: Tahap II Disalurkan di Waktu Dekat

  • Whatsapp
Kades Kayuboko, Rahmad (kanan) bersama Sekdesnya, Rifandy (kiri), bersama warga penerima BLTDes, di sela penyaluran yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2020. (Ft: Basrul /Berita Sulteng)

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Amanat Negara yang lahir lewat kebijakan kementerian saat pandemi Covid-19, akhirnya tersampaikan oleh Pemdes Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2020. Tercatat 134 Kepala Keluarga di desa tersebut menerima ‘kiriman’ pemerintah Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

134 KK di desa itu masing-masing mendapat uang tunai senilai 600 ribu rupiah. Sudah satu republik ini tau kalau dana itu merupakan santunan akibat dampak serangan virus corona yang kini masih jadi musuh bersama menurut pemerintah.

Uang hasil ‘petik’ dari kas Negara yang diporsikan ke ‘saku’ Dana Desa (DD), itu disalurkan melalui kemasan konsep yang disebut Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTDes).

Pengantaran uang teruntuk penduduk yang diketegorikan miskin di Desa Kayuboko memang terbilang lambat. Bukan kesengajaan, keterlambatan pendistribusian dana BLTDes di desa yang dinahkodai Rahmad, akibat ‘benturan’ regulasi. Salah satu kendala tentang pembentukan Badan Permusyarawatan Desa (BPD).

Sebagaimana diketahui, ‘peristiwa’ pemilihan BPD setempat terjadi berulang kali. Sementara, kalau menurut ketentuan, peran BPD sangat dibutuh dalam memusyawarakan daftar nama penerima doi bantuan dari dampak corona.

“Ini lah yang dibilang proses. Tiada upaya tanpa tantangan. Semua kendala menyangkut aturan sudah terlewati bersama. Hari ini saya sangat bersyukur karena bantuan yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat sudah tersalurkan,” ujar Rahmad, Kades Kayuboko yang ditemui Berita Sulteng di rumahnya usai membagi-bagikan uang BLTDes ke warga.

Tuntasnya urusan pemilihan BPD dan tersalurkan sudah BLTDes tahap pertama, Rahmad berdoa semoga kendala tersebut menjadi ‘klimaks’ dari problem tentang pengurusan hingga penyaluran BLTDes. Sebab masih ada dua tahap penyaluran lagi.

“Insya Allah tiada kendala yang berarti untuk kedepan. Selain BPD sudah terbentuk, data penerima juga sudah riil,” ucap Rahmad sembari menyebutkan kalau administrasi penyaluran tahap dua sedang dipermantap. Upaya mempercepat penyerahan selanjutnya itu dianggap perlu dan penting, karena awalnya mengalami keterlambatan.

“Dan masyarakat juga sudah tau kalau akan ada penyerahan kedua. Sudah pasti itu masyarakat tunggu. Bahkan mereka harapkan. Karena sebagaimana tujuan bantuan ini agar membantu, walaupun nilainya mungkin sedikit, tapi setidaknya sangat diharapkan bisa sedikit meringankan beban kebutuhan masyarakat penerima,” ucapnya.

Menyinggung rencana realisasi tahap dua penyaluran BLTDes, Rahmad memprediksi kalau bukan pekan ini, pekan depan bisa terlaksana. “Pokoknya kami upayakan secepat mungkin,” jelasnya.

Penyerahan BLTDes berlangsung di balai Desa Kayuboko pada Selasa pagi, terpantau menerapkan protokol Covid-19. Selain aparat desa, Bhabinkamtibmas, dan Pendamping Desa turut menyaksikan prosesi bagi-bagi uang tunai di desa itu.

Pos terkait

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.

1 Komentar